Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Perempuan Pelaut

Diriwayatkan dari Abu Musa ia berkata, “Telah sampai kepada kami kabar mengenai keluarnya ketika kami sedang berada di Yaman. Maka kami pun keluar berhijrah kepada beliau, aku bersama kedua orang saudara laki-lakiku.

Dan aku adalah oarng yang paling muda di antara mereka, salah satunya adalah Abu Burdah dan satu lagi adalah Abu Ruhm, disertai juga lima puluh tiga atau lima puluh dua orang dari kaumku. Kemudian kami menaiki sebuah perahu. Perahu tersebut membawa kami kepada An-Najasyi di Habasyah.

Setelah itu kami bertemu dengan Ja’far bin Abu Thalib, maka kami pun menetap bersamanya sampai kami semua tiba di sana. Lantas kami pun bertemu dengan Nabi ketika beliau menaklukan Khaibar.

Dan beberapa orang berkata kepada kami (yaitu para penampung perahu), “Kami telah berhijrah mendahului kalian.”

Asma` binti `Umais, salah seorang yang datang bersama kami, masuk menemui Hafshah istri Nabi Dan Asma’ binti ‘Umais pernah berhijrah ke An-Najasyi bersama orang-orang yang berhijrah. Lalu ‘Umar mendatangi Hafshah, ketika Asma’ sedang bersamanya.

Maka, `Umar berkata ketika ia melihat Asma`, “Siapakah ini?”

Hafshah berkata, “Asma` binti `Umais.”

`Umar berkata, “Apakah ini perempuan Habasyah itu? Apakah ini perempuan pelaut itu?”

Read More

Obat dan Keberkahan karena Memberi Makan Rasulullah

Asma’ berkata, “Ya.”

`Umar berkata, “Kami telah mendahului kalian dalam berhijrah, maka kami yang lebih berhak terhadap Rasulullah daripada kalian.”

Maka Asma` marah dan berkata, “Tidak, sekali-kali tidak. Demi Allah, kalian telah bersama Rasulullah. Beliau memberi makan orang yang lapar di antara kalian dan memberi nasihat orang yang bodoh di antara kalian. Sedangkan kami berada di sebuah daerah orang-orang yang jauh (nasabnya) dan orang-orang yang dibenci di Habasyah. Dan itu semua dilakukan di jalan Allah dan Rasul-Nya.

“Demi Allah, aku tidak akan makan dan minum sampai aku akan ceritakan apa yang engkau katakan itu kepada Rasulullah. Padahal kami saat itu sering disakiti dan ketakutan, aku akan ceritakan hal tersebut kepada Nabi dan aku akan meminta kepadanya. Demi Allah, aku tidak akan berdusta, tidak akan menyimpang, dan tidak akan menambah-nambahkan.”

Maka, ketika Rasulullah datang, Asma` berkata, “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya `Umar berkata begini dan begini.”

Rasulullah berkata, ‘Maka apa yang engkau katakan kepadanya?’

Asma’ menjawab, ‘Aku berkata kepadanya begini dan begini.”

Rasulullah berkata, “Tidak ada yang lebih berhak di antara kalian terhadapku. Bagi `Umar dan para shahabatnya hanya satu kali hijrah, sedangkan bagi kalian, wahai penumpang perahu, dua kali hijrah.'” (HR. Al-Bukhari: 4230, A1-Fath: 7/616) []

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari/ Penulis: Imam Az-Zubaidi/ Penerbit: Insan Kamil, 2013

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline