Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Penyerahan Kunci Masjidil Haram kepada Utsman bin Thalhah

Pada saat Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam masuk ke Makkah dan seluruh manusia telah merasa tenang, beliau pun mendatangi Baitullah dan melaksanakan thawaf di atas unta sebanyak tujuh kali putaran dan mengusap rukun dengan tongkat. Selepas melakukan thawaf, beliau mengambil kunci Ka’bah dari Utsman bin Thalhah. Beliau membuka pintu Ka’bah, memasukinya, mendapati patung burung merpati dari kayu, kemudian beliau memecahkan patung tersebut dengan tangannya lalu membuangnya.

Kemudian Rasulullah berdiri di depan Ka’bah, dan orang-orang berkumpul di Masjidil Haram.

BACA JUGA: Sahabat di Dunia dan Bertetangga di Akhirat

Ibnu Ishaq menuturkan: Beberapa orang ulama meriwayatkan kepadaku bahwa Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam berdiri di pintu Ka’bah seraya bersabda, “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia telah menepati janji-Nya, memenangkan hamba-Nya, dan menaklukkan pasukan sekutu dengan sendirian. Ketahuilah, seluruh kemuliaan, atau darah, atau kekayaan yang didakwakan itu berada di bawah kedua kakiku ini, kecuali pelayan Ka’bah dan pemberi minuman kepada jama’ah haji. Ketahuilah, korban pembunuhan karena ketidak sengajaan itu sama dengan pembunuhan “mirip sengaja” seperti membunuh dengan cambuk atau tongkat, maka diyatnya diperberat yaitu berupa seratus unta; empat puluh ekor diantaranya harus dalam keadaan hamil. Wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya Allah telah menghapuskan semangat Jahiliyah dan mengagung-agungkan nenek moyang, karena semua manusia berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah.” Kemudian Rasulullah membaca firman Allah ‘Azza wa Jalla:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami mencipta- kan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orangyangpaling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. al-Hujurat: 13).

Kemudian Rasulullah melanjutkan sabdanya, “Wahai orang-orang Quraisy, menurut kalian kira-kira apa yang akan aku lakukan kepada kalian.”

Orang-orang Quraisy menjawab, “Kebaikan. Karena engkau adalah saudara yang mulia dan anak saudara yang mulia.”

Rasulullah bersabda, “Pergilah, sesungguhnya kalian bebas.”

Kemudian Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam duduk di Masjidil Haram, lalu Ali bin Abu Thalib datang menemui beliau dengan membawa kunci Ka’bah.

Ali bin Abu Thalib berkata, “Wahai Rasulullah, kumpulkan untuk kami penjaga Ka’bah dan pemberi air minum jama’ah haji, semoga Allah memberi kesejahteraan untukmu.”

Rasulullah bersabda, “Dimanakah Utsman bin Thalhah?”

BACA JUGA: Umar Menerima Kunci Masjidil Aqsa

Utsman bin Thalhah pun dipanggil, kemudian beliau bersabda, “Inilah kuncimu, wahai Utsman. Hari ini hari kebaikan dan hari penepatan janji.”

Ibnu Hisyam berkata: Sufyan bin Uyaynah menyebutkan bahwa Rasulullah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, “Aku hanya memberikan pada kalian apa yang hilang dari kalian dan bukan yang akan hilang dari orang lain.”

Rasulullah memasuki Baitullah pada hari penaklukan Makkah, lalu beliau melihat lukisan-lukisan tentang para malaikat dan yang lainnya. Beliau juga melihat lukisan Nabi Ibrahim yang digambarkan dengan memegang dadu undian di tanganya. Maka beliau bersabda, “Semoga Allah membunuh mereka. Mereka menggambarkan orang tua kita, Nabi Ibrahim, mengundi dengan undian. Apa hubungan Ibrahim dengan undian, sedang Allah Ta’ah berfirman:

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Ali Imran: 67).

Kemudian, beliau memerintahkan seluruh lukisan itu dihancurkan.

Ibnu Hisyam menuturkan: Beberapa orang ulama meriwayatkan kepadaku bahwa saat Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam memasuki Ka’bah ditemani oleh Bilal, kemudian beliau keluar sedangkan Bilal masih berada di dalam Ka’bah. Tak lama kemudian, Abdullah bin Umar masuk menemui Bilal dan bertanya kepadanya, “Di manakah tadi Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat?

Abdullah bin Umar tidak menanyakan bera pa rakaat beliau mengerjakan shalat. Maka setiap kali Abdullah bin Umar memasuki Baitullah dia berjalan lurus dan menjadikan pintu Ka bah di belakang punggungnya hingga antara dirinya dan dinding ada tiga hasta, kemudian ia shalat, karena menghendaki tempat shalatnya Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam sebagaimana yang dikatakan Bilal kepadanya.

Riwayat lain meyebutkan bahwa saat Rasulullah memasuki Ka’bah pada hari penaklukan Makkah, beliau ditemani oleh Bilal, kemudian beliau menyuruh Bilal mengumandangkan adzan, ketika itu Abu Sufyan bin Harb, Attab bin Usaid, dan AlHarits bin Hisyam duduk di halaman Ka bah. Attab bin Usaid berkata, “Sungguh Allah telah memuliakan Usaid, sebab dulu dia tidak mendengar ini, namun kini ia mendengar apa yang dulu dibencinya.”

BACA JUGA: Saat Ali Meminta Menjadi Kunci Baitul Haram

Al-Harits bin Hisyam berkata, “Demi Allah, jika aku tahu ia (Rasulullah) itu benar, maka aku pasti mengikutinya.”

Abu Sufyan bin Harb berkata, “Aku tidak akan mengatakan apa-apa, sebab bila mengatakan sesuatu, tongkat ini akan berbicara mewakiliku.”

Kemudian Nabi menemui ketiga orang tersebut lalu bersabda, “Aku mendengar apa yang kalian katakan tadi.” Lalu beliau pun menceritakan apa yang telah mereka katakan tadi. []

Sumber: Sirah Nabawiyah perjalanan lengkap Kehidupan Rasulullah/ Asy Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani/ Akbar Media

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More