Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Penyamaran Ali Bin Abi Thalib

0

Rasulullah beserta para sahabat hendak pergi berhijrah atas perintah Allah. Namun, sebelum Rasulullah pergi berhijrah, para kaum kafir Quraisy memiliki rencana untuk membunuh Rasulullah SAW.

Di dalam rumah, Rasulullah dan Abu Bakar bersiap hendak berangkat berhijrah. Untuk mengelabui kaum Quraisy yang hendak membunuh Rasullullah, Rasulullah meminta Ali bin Abi Thalib menyamar sebagai dirinya.

“Ali, pakailah jubah hijauku ini dan tidurlah diranjangku seakan-akan kamu adalah diriku,” perintah Rasulullah.

“Baik, wahai Rasulullah, saya akan menyamar sebagai anda,” jawab Ali tanpa ada keraguan sama sekali dalam dirinya. Padahal penyamaran tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan nyawanya.

“Aku dan Abu Bakar akan berangkat lebih dahulu ke Madinah. Tinggalah engkau di Makkah sementara waktu untuk menyelesaikan semua amanah umat.”

“Baik, wahai Rasulullah.”

Ali berganti baju menggunakan baju milik Rasulullah. Lalu Ali segera berbaring di ranjang Rasulullah. Sedangkan Rasulullah menyelinap keluar rumah bersama Abu Bakar tanpa terlihat oleh kaum kafir Quraisy. Rupanya Allah telah menutup penglihatan mereka. Rasulullah dan Abu Bakar menyusuri jalan yang terjal menuju Gua Tsur.

Menjelang tengah malam kaum kafir Quraisy mengepung rumah Rasulullah. Mereka mengintai ke dalam rumah dan melihat seseorang yang tengah tidur di ranjang.

“Itu pasti Muhammad,” ucap salah seorang dari mereka.

“Ayo, kita masuk rumah Muhammad sekarang juga!” timpal yang lain.

“Kita habisi Muhammad, mumpung dia sedang lengah.” Tegas yang lainnya.

Kaum kafir Quraisy, segera masuk. Sosok yang tengah tidur itu dikepung dengan pedang yang terhunus.

“Hai, Muhammad! Bangunlah! Kami datang untuk membunuhmu!”

Sosok itu bangun dan membuka selimutnya.

“Aku bukan Muhammad yang kalian cari.”

Orang-orang Quraisy yang hendak membunuh Rasulullah tersebut kaget. Mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Ternyata bukan rasulullah melainkan Ali bin Abi Thalib.

“Hai, Ali! Kenapa bukan Muhammad yang tidur disini? Dimana dia berada?”

“Aku tidak tahu.” Jawab Ali dengan santainya.

Orang-orang Quraisy tersebut kecewa karena mereka gagal membunuh Rasuluullah SAW. Lalu mereka meninggalkan rumah Rasulullah dengan tangan hampa. []

Sumber: 77 Cahaya Cinta di Madinah/ Penulis: Ummu Rumaisha/ Penerbit: al-Qudwah Publishing/ Februari, 2015

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline