Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Pengaruh Al-Qur’an pada Jiwa Sahabat

0

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam membacakan setiap ayat Al-Qur’an yang diterimanya di hadapan umatnya, maka tenteramlah hati orang yang beriman atas apa yang mereka dengar. Banyak para sahabat yang tertarik akan makna Al-Qur’an, kemudian mendalami kandungannya. Maka semakin besarlah pengaruhnya sehingga mereka bersegera menuju kebaikan yang Allah kehendaki.

BACA JUGA: Tatkala Para Sahabat Tidak Mematuhi Perintah Rasulullah

Di antara mereka adalah Utsman bin Madz’un r.a. Al-Qurthubi menceritalcan bahwa Utsman bin Madz’un berkata, “Aku masuk Islam setelah aku malu pada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sampai turun ayat, ‘Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan herbuat kebajikan….’ (an-Nahl: 90); dan aku berada di sisinya (Al-Qur’an) maka bertambah teguhlah iman dalam hatiku kemudian aku bacakan kepada Walid bin Mughirah, ia berkata lagi, ‘Demi Allah, sungguh indah dan mengagumkan, seakan pangkalnya terhunjam kuat dan di atasnya berbuah ranum dan ini bukanlah ucapan manusia.”

Al-Qur’an telah menembus jiwa-jiwa yang suci dalam lubuk yang paling dalam di antara bangsa Arab dan para pemikirnya yang tidak rela dirinya menjadi hina dan tercela, oleh karena penyelewengan kaum Quraisy. Kebaikan akan selalu tumbuh di atas tanah subur yang disirami dan dipupuk dengan cahaya hidayah. Ia adalah seorang cendekiawan Arab yang mereguk cahaya hidayah dalarn hatinya.

Maka, bersinarlah hati kaumnya mendengar alunan ayat-ayat Yang Mahabenar. Ini adalah sebuah kisah seorang yang terbias dengan kalimat Al-Qur’an sehingga pada akal dan hatinya terkandung kekuatan yang dahsyat membara, namun penuh kedamaian.

BACA JUGA: Kenapa Sahabat Satu Ini Selalu Memutari Pohon Itu?

Ia adalah pengemban Al-Qur’an. Dialah ath-Thufail bin Amr ad-Dusy yang memahami kandungan Al-Qur’an.

Dialah tentara Al-Qur’an yang menggentarkan para tokoh Quraisy. Allah SWT berfirman, “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”

Sumber: Al-Quran dalam Pandangan Sahabat Nabi/Karya: A.Khalil Jumah/Penerbit: Gema Insani Press/1999

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline