Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Pemboikotan Tak Mampu Menyurutkan Seruan Kaum Muslim

0 2

Pemboikotan itu benar-benar ketat. Cadangan dan bahan makanan sudah habis. Sementara orang-orang musyrik tidak membiarkan bahan makanan yang masuk ke Makkah atau barang yang hendak dijual melainkan mereka langsung memborong semuanya, hingga keadaan Bani Hasyim dan Bani Al-Muththalib, banibenar-benar mengenaskan dan kelaparan.

Akhirnya mereka hanya bisa memakan dedaunan dan kulit binatang. Tidak jarang terdengar suara para wanita dan anak-anak yang merintih karena kelaparan dari kaum perkampungan Abu Thalib. Kalaupun ada bahan makanan yang bisa masuk, maka itu dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi, dan mereka tidak bisa keluar dari perkampungan untuk membeli segala keperluan kecuali pada bulan-bulan suci.

Mereka bisa membeli bahan kebutuhan dari kafilah yang datang dari luar Makkah. Tetapi jika sudah jatuh ke tangan penduduk Makkah, harganya melambung tinggi, sehingga mereka tidak sanggup membelinya. Hakim bin Hiram pernah membawa gandum untuk diberikan kepada bibinya, Khadijah, namun Abu Jahal yang memergokinya menggondeli untuk mencegahnya. Lalu datang untuk melerai keduanya, hingga Hakim bisa membawa gandum itu untuk diberikan kepada bibinya. Sementara itu, Abu Thalib selalu khawatir terhadap keadaan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.

Related Posts

Rasulullah Rela Menguburkan Dzul Bajadain Sendirian

Jika semua orang sudah berbaring di tempat tidurnya, maka dia menyuruh beliau untuk tidur di atas tempat tidurnya, sehingga dia bisa tahu jika ada seseorang yang hendak menikam beliau secara sembunyi-sembunyi. Jika semua orang sudah tidur, dia menyuruh salah seorang anak, saudara atau kerabatnya untuk tidur bersama beliau, juga memerintahkan sebagian di antara mereka untuk membawa serta tempat tidurnya.

Tetapi Rasulullah bersama orang-orang Muslim tetap keluar pada masa musim haji untuk menemui orang-orang yang menyeru kepada Islam.  []

Sumber:Sirah Nabawiyah/ Penulis: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri/ Penerbit: Al-Kautsar,1997

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline