Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Pembangunan Masjid oleh Orang-orang Munafik di Sebelah Masjid Quba

0 1

Ibnu Katsir meriwayatkan dari Sa‘id bin Jubair, Urwah, Qatadah dan lainnya bahwa di Madinah ada seseorang Rahib (pendeta) dari suku Khazraj bernama Abu Amir. Ia memeluk agama nasrani di masa Jahiliyah dan memiliki kedudukan penting di kalangan kabilah Khazraj. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam datang ke Madinah kemudian kaum Muslimin berhimpun di sekitar beliau dan Islam pun telah menyebar luas, Abu Amir bangkit menunjukkan permusuhan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Ia pergi ke Mekkah meminta dukungan orang-orang musyrik Quraisy untuk memerangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.

Melihat dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam semakin bertambah maju dan kuat, Abu Amir pun pergi menemui Heraklius, raja Romawi, meminta bantuannya untuk menghadapi Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Kepadanya heraklius menjanjikan apa yang diinginkannya kemudian ia pun tinggal di negeri Heraklius. Dari tempat pengasingannya ini ia menulis surat kepada orang-orang munafiq Madinah yang isinya menjanjikan kepada mereka apa yang dijanjikan oleh Heraklius kepadanya dan memerintahkan mereka agar membangun sebuah markas tempat mereka berkumpul untuk merealisasikan rencana jahat yang tertuang di dalam surat-suratnya tersebut.

Kemudian mereka membangung sebuah masjid di dekat masjid Quba‘. Masjid ini telah rampung mereka bangun sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam berangkat ke Tabuk. Kemudian mereka datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, meminta agar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam sudi kiranya shalat di masjid mereka untuk dijadikan dalih dan bukti persetujuannya. Mereka mengemukakan bahwa masjid tersebut dibangung untuk orang-orang lemah di antara mereka dan orang-orang yang tidak dapat keluar di malam yang dingin. Tetapi Allah melindungi beliau dari melaksanakan shalat di masjid mereka. Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam menjawab, “Kami sekarang mau berangkat, Insya Allah nanti setelah pulang.”

Related Posts

Shalat Adalah Kekuatan untuk Hamba Allah

Sehari atau beberapa hari sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam tiba di Madinah dari perjalanan Tabuk, Jibril turun membawa berita tentang masjid Dhihar yang sengaja mereka bangun di atas dasar kekafiran dan tujuan memecah belah jama‘ah kaum Mukminin. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengutus beberapa sahabatnya untuk menghancurkan masjid tersebut sebelum beliau datang di Madinah. Berkenaan dengan masjid ini turunlah firman Allah :

“Dan (di antara orang-orang munafiq itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin) untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara ornag-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang meemrangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka bersumpah :“Kami tidak menghendaki selain kebaikan. Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah kami shalat di dalam masjid itu untuk selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kami shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.“ (QS At-Taubah 107-108) []

Sumber: Jejak Rasulullah 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline