photo:amysmartgirls

Pembaiatan Khalifah Utsman bin Affan

Setelah ditinggal wafat oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sudah pasti harus ada yang menggantikan beliau untuk memimpin kaum Muslim. Kepemimpinan kaum Muslim tidak boleh kosong. Setelah Rasulullah wafat, Kepemimpinan digantikan oleh Abu Bakar dengan cara musyawarah. Sedangkan setelah Abu Bakar wafat, kepemimpinan digantikan oleh Umar bin Khattab dengan cara ditunjuk oleh Abu Bakar.

Diriwayatkan oleh Bukhari dari Miswar bin Makhramah  bahwa tokoh-tokoh yang menjadi pejabat semasa Umar bin Khaththab berkumpul dan berunding. Abdurrahman bin Auf berkata kepada mereka, “Aku tidak bermaksud mendahului kalian dalam masalah ini. Namun jika kalian mau, akan ku pilihkan untukmu salah satu dari kalian.”

Lalu mereka menyerahkan urusan itu kepada Abdurrahman. Beberapa malam mereka berunding. Hingga pada suatu malam, kami membaiat Utsman bin Affan ra.

Miswar berkata, “Pada malam hari datanglah Abdurrahman bin Auf bersama beberapa orang lainnya. Mereka menggedor pintu hingga aku terbangun. la berkata: ‘Ku lihat kamu sedang tidur. Demi Allah, aku tidak akan menghabiskan malam ini dengan banyak tidur. Pergilah, dan panggil Zubair dan Saad.

Lalu aku mengajak mereka berdua menemuinya. Lalu mereka berunding. Kemudian aku dipanggil lagi, dan ia berkata, `Panggil Ali bin Abu Thalib.’ Kemudian aku mengajak Ali menemuinya. Lalu mereka berbincang-bincang hingga malam hampir berakhir. Kemudian Ali berdiri dari sisiku, nampaknya ia berambisi.

Kemudian ia berkata kepadaku, `Panggil Utsman bin Affan.’ Lalu aku mengajak Utsman untuk menemuinya. Kemudian mereka berbincang-bincang hingga suara azan subuh memisahkan mereka.

Ketika orang-orang sudah selesai shalat subuh dan para tokoh itu berkumpul di sekitar mimbar, Abdurrahman bin Auf memanggil semua hadirin yang terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar, dan mengarahkan perhatian para panglima tempur, yang mereka baru saja ditinggal wafat oleh Umar bin Khattab.

Saat mereka semua sudah berkumpul, Abdurrahman memberi salam, kemudian ia berkata, `Amma ba’du, wahai Ali, sungguh aku mempertimbangkan kepentingan orang banyak. Aku tidak melihat di antara mereka ada yang menyamai Utsman. Oleh karena itu, kami bersepakat untuk memilih Umar sebagai Khalifah.

Lalu Ali menggenggam tangan Utsman bin Affan dan berkata, ‘Aku membaiatmu di atas sunnah Allah, sunnah Rasul-Nya, dan sunnah dua khalifah setelah beliau.’

Setelah Abdurrahman membaiatnya, lalu semua orang turut membaiatnya, kaum Muhajirin, Anshar, panglima tempur, seluruh kaum muslimin.” []

Kisah ini diriwayatkan oleh Baihaqy.

Sumber: Anak-Anak Dalam Pangkuan Rasulullah/ Penerbit: DR. Muhammad Husni Musthafa/ Penerbit: Akbarmedia

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline