Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Pelaksanaan Baiat Aqabah Kedua (Bagian 1)

0 16

Awal pembicaaraan pada musim haji tahun ke-13 kenabian atau Juni 622 M, lebih dari tujuh puluh orang muslimin Yatsrib melaksanakan ibadah haji. Mereka datang bersama rombongan masyarakat Yatsrib yang masih musyrik.

Kaum Muslimin Yatsrib ini selama perjalanan bertanya satu sama lain, “Sampai kapan kita membiarkan Rasulullah berkeliling seorang diri, ditolak di perbukitan Mekah, dan diburu-buru oleh rasa takut?”

Maka sesampainya di Mekah, muslimin Yatsrib menjalin kontak rahasia dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Mereka sepakat untuk bertemu pada pertengahan hari Tasyriq, di lembah dekat Aqabah tempat melempar jumrah pertama (al-Jumratul Ula) di Mina. Pertemuan itu akan dilakukan secara rahasia di tengah malam.

Pertemuan bersejarah yang mengubah peta pertarungan antara paganisme dan Islam ini dikenang oleh Ka’ab bin Malik al-Anshari sebagai berikut, “Kami pergi menunaikan ibadah haji, lalu mengadakan perjanjian dengan Rasulullah di Aqabah pada pertengahan hari Tasyriq. Pada malam yang telah disepakati, kami mengajak Abdullah bin Amr bin Haram, salah satu tetua dan tokoh kami yang terpandang. Kami merahasiakan soal ini dari kaum kami yang masih musyrik yang ikut dalam perjalanan haji ini.

Kami bicara dengan Abdullah bin Amr, ‘Abu Jabir, Engkau adalah tetua dan bangsawan kami. Kami tidak ingin keadaanmu saat ini kelak menjerumuskanmu menjadi kayu neraka.’

Kami mengajaknya masuk Islam dan kami ceritakan perjanjian kami dengan Rasulullah untuk mengadakan pertemuan di Aqabah.”

Kata Ka’ab, “Abdullah bin Amr menyatakan keislamannya dan ikut hadir dalam pertemuan Aqabah. Abdullah bin Amr adalah pemimpin kepercayaan kami.”

Ka’ab melanjutkan, “Malam itu kami tidur bersama kafilah. Ketika sepertiga malam berlalu, kami meninggalkan kafilah untuk memenuhi janji dengan Rasulullah. Kami mengendap-endap seperti kucing sampai akhirnya semua berkumpul di lembah Aqabah. Jumlah kami ada 73 orang lelaki dan 2 orang perempuan, yaitu Nasibah binti Ka’ab (Ummu Umarah) dari Bani Mazin bin Najjar dan Asma binti Amr (Ummu Manly) dari Bani Salamah. Kami menunggu di lembah sampai Rasulullah datang. Tidak lama kemudian, beliau muncul bersama Abbas bin Abdul Muththalib, paman beliau. Abbas saat itu masih memeluk agama kaumnya, tetapi dia ingin menghadiri acara kemenakannya. Abbas mendukung Rasulullah, bahkan dialah yang pertama kali buka suara.”

Setelah semua berkumpul, pembicaraan pun dimulai. Yang bicara pertama kali adalah Abbas bin Abdul Muththalib, paman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Dia menjelaskan dengan gamblang risiko yang akan mereka hadapi sebagai konsekuensi perjanjian ini.

Abbas berkata, “Saudara-saudara Khazraj, Muhammad berasal dari keluarga kami, sebagaimana kalian ketahui. Kaum kami yang sekeyakinan dengan kami sudah berusaha menghalanginya, sebab dia orang yang dimuliakan oleh kaumnya dan dilindungi di negerinya. Namun, rupanya dia bersikeras untuk bersekutu dan bergabung dengan kalian. Maka jika kalian sanggup memenuhi janji kalian kepadanya dan bersedia melindunginya dari para penentangnya, berarti kalian siap menanggung risikonya. Namun, jika kalian akan menyerahkannya kepada musuh-musuhnya dan mengkhianatinya setelah dia bergabung dengan kalian, lebih baik kalian tinggalkan dia sekarang juga. Sebab, dia dihormati dan dilindungi oleh kaumnya di negerinya.”

Mengenai peristiwa malam itu, Ka’ab menuturkan, “Kami menjawab ucapan Abbas, ‘Kami sudah mendengar apa yang Engkau katakan. Sekarang, bicaralah, Rasulullah. Tentukanlah apa yang Engkau dan Tuhanmu sukai.”

Jawaban Ka’ab menunjukkan tekad, kesiapan, keberanian, iman, dan keikhlasan kaum Anshar untuk memikul tanggung jawab besar ini dan menanggung segala risikonya yang penuh bahaya. Setelah itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan segala sesuatunya hingga bai’at selesai dilakukan. []

Baca juga: Baiat Aqabah Pertama

Sumber: Ar-Rahiq al-Makhtum: Sirah Nabawiyah/Penulis: Shafiyurrahman al-Mubarakfuri

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline