Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Pelajaran yang Diperoleh Fatimah dari Penderitaan Ayahandanya, Rasulullah

Rasulallah sangat mencintai puterinya, Sitti Fatimah Azzahra, ia adalah puteri bungsu yang paling disayang dan dikasihi. Bahkan Nabi merasa tak ada seorang pun di dunia yang paling berkenan di hati beliau dan yang paling dekat disisinya selain puteri bungsunya itu.

Demikian besar rasa cinta Nabi kepada puteri bungsunya itu dibuktikan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Menurut hadits tersebut Rasulullah berkata kepada Imam Ali, “Wahai Ali! Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dari aku. Dia adalah cahaya mataku dan buah hatiku. Barang siapa menyusahkan dia, ia menyusahkan aku dan siapa yang menyenangkan dia, ia menyenangkan aku…”

Pernyataan beliau itu bukan sekedar cetusan emosi, melainkan suatu penegasan bagi umatnya, bahwa puteri beliau itu merupakan lambang keagungan abadi yang ditinggalkan di tengah umatnya.

Di kala masih kanak-kanak Fatimah menyaksikan sendiri cobaan yang dialami oleh ayah-bundanya, baik berupa gangguan-gangguan, maupun penganiayaan-penganiayaan yang dilakukan orang-orang kafir Quraisy. la hidup di udara Makkah yang penuh dengan debu perlawanan orang-orang kafir terhadap keluarga Nubuwaah, keluarga yang menjadi pusat iman, hidayah dan keutamaan.

la menyaksikan ketangguhan dan ketegasan orang-orang mukminin dalam perjuangan gagah berani menanggulangi komplotan-komplotan Quraisy. Suasana perjuangan itu membekas sedalam-dalamnya pada jiwa Fatimah dan memainkan peranan penting dalam pembentukan pribadinya, serta mempersiapkan kekuatan mental guna menghadapi kesukaran-kesukaran di masa depan.

Setelah ibunya wafat, Fatimah hidup bersama ayahandanya. Satu-satunya orang yang paling dicintai. lalah yang meringankan penderitaan ayahnya, Rasulullah, tatkala ditinggal wafat ibundanya, Siti Khadijah.

Pada satu hari Fatimah menyaksikan ayahnya pulang dengan kepala dan tubuh penuh pasir, yang baru saja dilemparkan oleh orang-orang Quraisy, di saat ayahandanya itu sedang sujud. Dengan hati remuk-redam laksana disayat sembilu, Fatimah segera membersihkan kepala dan tubuh ayahandanya. Kemudian diambilnya air guna mencucinya. la menangis tersedu-sedu menyaksikan kekejaman orang-orang Quraisy terhadap ayahnya.

Kesedihan hati puterinya itu dirasakan benar oleh Nabi. Guna menguatkan hati puterinya dan meringankan rasa sedihnya, maka Nabi, sambil membelai-belai kepala puteri bungsunya itu, berkata: “Jangan menangis, Allah melindungi ayahmu dan akan memenangkannya dari musuh-musuh agama dan risalah-Nya”

Dengan tutur kata penuh semangat itu, Nabi menanamkan daya-juang tinggi ke dalam jiwa Fatimah dan sekaligus mengisinya dengan kesabaran, ketabahan serta kepercayaan akan kemenangan akhir. Meskipun orang-orang sesat dan durhaka seperti kafir Quraisy itu senantiasa mengganggu dan melakukan penganiayaan-penganiayaan, namun Nabi tetap melaksanakan tugas risalahnya.

Pada ketika lain lagi, Fatimah menyaksikan ayahandanya pulang dengan tubuh penuh dengan kotoran kulit janin unta yang baru dilahirkan. Yang mana orang yang melemparkan kotoran atau najis ke punggung Nabi itu Uqbah bin Mu’aith, Ubaiy bin Khalaf dan Umayyah bin Khalaf.

Melihat ayahandanya berlumuran najis, Fatimah segera membersihkannya dengan air sambil menangis.

Nabi rupanya menganggap perbuatan ketiga kafir Quraisy ini sudah keterlaluan. Karena itulah maka pada waktu itu beliau memanjatkan doa kehadirat Allah Swt, “Ya Allah celakakanlah orang-orang Qureiys itu. Ya Allah, binasakanlah ‘Uqbah bin Mu’aith. Ya Allah binasakanlah Ubay bin Khalaf dan Umayyah bin Khalar.”

Masih banyak lagi pelajaran yang diperoleh Fatimah dari penderitaan ayahandanya dalam perjuangan menegakkan kebenaran Allah. Semuanya itu menjadi bekal hidup baginya untuk menghadapi masa mendatang yang berat dan penuh cobaan. Kehidupan yang serba berat dan keras di kemudian hari memang memerlukan mental kokoh. []

Sumber: Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a./ Penulis: H.M.H. Al Hamid Al Husaini/ Penerbit: Lembaga Penyelidikan Islam,1981

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline