Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Panglima Perang yang Syahid Selepas Berpuasa

0 27

Abdullah bin Rawahah radhiyallahu ` anhu merupakan salah satu sahabat yang istiqamah dalam menjalankan puasa wajib maupun sunah. Beliau tetap melakukan puasa meskipun dalam peperangan. Dalam Perang Mut’ah, salah satu perang terdahsyat yang dialami kaum muslimin, Abdullah tetap menunaikan puasa.

Padahal, waktu itu posisi beliau adalah sebagai panglima perang. Dalam peperangan itu, jumlah kaum muslimin hanya 3.000 pasukan, jauh lebih sedikit daripada jumlah pasukan Romawi yang mencapai 180.000 pasukan.
Abdullah bin Rawahah yang waktu itu sedang berpuasa menggelorakan semangat bala tentaranya.

“Wahai manusia! Sesungguhnya kita keluar untuk salah satu dari dua kebaikan, yaitu kita gugur di jalan Allah dan menemukan mati syahid atau mendapatkan kemuliaan dengan kemenangan. Demi jiwa Abdullah yang berada dalam genggaman-Nya, aku tidak akan pulang hingga aku memperoleh kemenangan atau aku mendapatkan syahid di jalan-Nya.”

Abdullah bin Rawahah pun maju ke medan peperangan. Ia mencabut pedang dan mematahkan sarung pedangnya sebagai simbol kesiapan untuk merebut kemenangan atau syahid di jalan Allah SWT. Dalam peperangan itu, Zaid bin Haritsah dan Ja’far menjadi syahid. Berdasarkan pesan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, Abdullah bin Rawahah harus tampil sebagai panglima perang yang ketiga, jika dua orang tersebut tewas. Ia pun dipanggil dan menyambut seruan itu dengan suara lantang.

Sebagai seorang panglima, Abdullah bin Rawahah terus mengobarkan semangat kaum muslimin dan meluluhlantakkan pasukan Romawi dengan pedangnya sambil berpuasa.

Ketika waktu berbuka tiba, Abdullah meminta sepotong roti untuk membatalkan puasanya. Melihat kondisi kaum muslimin yang masih berperang, ia pun menghentikan buka puasanya dan kembali terjun ke medan peperangan untuk mengobrak-abrik pasukan Romawi. Setelah memecah belah pasukan kaum musyrikin, akhirnya Abdullah bin Rawahah syahid sebagai panglima perang.

Melihat kondisi tersebut, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya telah berlalu di hadapanku tiga buah dipan (katil). Pada dipan Abdullah bin Rawahah, terdapat suara gemuruh. Sesungguhnya mereka semua masuk surga. Semoga Allah meridhai mereka dan membuat mereka semua ridha.” []

Sumber: Dahsyatnya Puasa Wajib & sunah Rekomendasi Rasulullah/Penulis: Amirulloh Syarbini dkk/Penerbit:Qultummedia,2012

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline