Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Pandangan Rasulullah Melumpuhkan Lawannya

0

Di antara para nabi dan rasul yang memiliki banyak keistimewaan dan aneka macam mukjizat adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini menunjukkan kemuliaannya dan kebesarannya yang melebihl para rasul lainnya. Beliau telah dipelihara oleh Allah sepanjang hidupnya dari aniaya manusia.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya, “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan, Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (al-Anfaal: 30)

Karena itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam diberi mukjizat oleh Allah yang dapat melumpuhkan dan menggetarkan lawan yang hendak membunuhnya. Sebagaimana yang dirasakan oleh Umar ibnul-Khattab ketika hendak membunuh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pada waktu dia masih kafir.

Dikisahkan oleh Umar bin Khattab, “Aku dan Abu Jahm pemah berkomplot untuk membunuh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Maka, aku aturkan rencana jahat itu bersama Abu Jahm dan kami sepakati pembunuhan dilaksanakan pada malam hari. Pada suatu malam, berangkatlah kami menuju rumah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Setelah mendengar ketokan kami, pintu segera dibuka oleh beliau sambil membaca surah al-Haaqqah. Nabi saw. menatap kami dengan tajam, tiba-tiba Abu Jahm memukul lengan tanganku seraya berkata, ‘SelamatIcanlah dirimu dengan segera.’ Akhirnya, kami berdua lari terbirit-birit.”

Peristiwa yang dialami oleh Umar tadi termasuk salah satu di antara perkara yang menyebabkan dirinya masuk Islam.

Di dalam suatu riwayat yang lain dikatakan, “Pada saat Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang beristirahat di bawah pohon untuk melepaskan rasa lelahnya seusai pertempuran, tiba-tiba datang seorang musuh sambil menghunuskan pedangnya ke arah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dengan berkata, ‘Siapa yang dapat melindungi engkau dari pedangku ini, hai Muhammad?’

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dengan tenang menatap wajah orang tersebut, sambil berkata, ‘Allah yang melindungiku.’

Maka, sepontan bergetarlah tangan orang tersebut, sedangkan pedang yang di tangannya jatuh ke tanah. Lalu, entah apa sebabnya Badui itu kemudian membentur-benturkan kepalanya ke pohon berulangkali sampai kepalanya berdarah.”

Kisah di atas juga diriwayatkan oleh Bukhari dengan menyebutkan bahwa nama Badui tersebut adalah Ghaurats bin Harits. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam kemudian memberi maaf kepadanya.

Ketika ia kembali kepada kaumnya, ia berkata kepada mereka, “Aku baru datang pada orang yang paling baik.”

Apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam terhadap orang yang hendak membunuhnya merupakan suatu kekuatan yang luar biasa yang tidak dapat dimiliki oleh umumnya manusia. Apa mungkin dendam dan emosi yang sudah meletup-letup untuk membunuh dapat diperdaya hanya dengan tatapan pandangan mata.

Tetapi, itulah kenyataan yang dialami oleh Umar bin Khattab dan orang-orang kafir yang hendak membunuh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Di sinilah kehebatan kekuatan mukjizat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang dipancarkan melalui tatapan matanya. []

Baca juga: Nasihat Rasulullah, Kesabaran Itu pada Saat Awal Terjadinya Musibah

Sumber: 50 mukjizat Rasulullah/Penulis: Fuad Kauma/Penerbit: Gema Press,2000

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline