Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Paman Ucapkanlah Laa Ilaaha Illallah

0 42

Menjelang wafatnya Abu Thalib, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam datang menemuinya dan beliau mendapati di sisinya sudah ada Abu Jahl dan ‘Abdullah bin Abi Umayyah.

Beliau berkata kepada Abu Thalib, “Paman ucapkanlah ‘Laa ilaaha illallah’, satu kalimat dimana aku akan bersaksi untukmu dengannya di sisi Allah.”

Abu Jahl dan ‘Abdullah bin Umayyah menimpali, “Abu Thalib, apakah engkau membenci agama Abdul Muthallib?”

Namun Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam terus berupaya dan mengulang-ngulang kalimat Laa ilaaha illallah padanya, hingga pada akhirnya Abu Thalib mengatakan bahwa dirinya berada diatas ajaran Abdul Muthallib, dan enggan untuk mengucapkan laa ilaaha illallah.

Maka, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun berkata, “Ketahuilah demi Allah, aku akan memohonkan ampunan untukmu selama aku tidak dilarang.”

Maka turunlah firman Allah, “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.” (QS At Taubah:113)

Kemudian turun pula firman Allah, “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” []

Sumber: Ketika Ajal Menjemput/Penulis: Khalid bin Abdirrahman Asy-Syayi/Penerbit: Darul Balansiyyah, 2008

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline