Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Pahala Ibadah Berguguran, Ini Salah Satu Sebabnya

0 2

Riya adalah penyakit hati yang tanpa disadari dapat menggugurkan setiap amal yang telah dikerjakan. Riya ini bahaya bila sudah mengakar dalam diri seseorang. Sebagaimana kisah berikut ini. Pada suatu waktu sahur, seorang abid (orang yang sedang beribadah) membaca Surah Thaa Haa di biliknya yang berdekatan dengan jalan raya. Selesai membaca, dia merasa sangat mengantuk. Lalu, dia pun tertidur lelap.

Dalam tidurnya, dia bermimpi melihat seorang lelaki turun dari langit membawa Al-Quran. Lelaki itu datang menemuinya dan segera membuka kitab suci itu di depannya. Dijelaskannya Surah Thaa Haa dan diperlihatkannya halaman demi halaman agar terlihat jelas oleh si Abid. Si Abid melihat dalam setiap kalimat surah itu dicatat sepuluh amal kebajikan sebagai pahala bacaannya, kecuali satu kalimat saja yang catatannya dihapus. Lalu, si Abid bertanya, “Demi Allah, sesungguhnya aku telah membaca seluruh surah ini tanpa meninggalkan satu kalimat pun. Tetapi, kenapa catatan pahala untuk kalimat ini dihapus?”

BACA JUGA: Bagaimana Caranya Agar Suatu Amal Terbebas dari Riya?

“Benar, seperti katamu. Engkau memang tidak meninggalkan satu kalimat pun dalam bacaanmu tadi. Malah, untuk kalimat itu, kami telah catatkan pahalanya. Tetapi, tiba-tiba kami mendengar perintah dari arah Arasy, ‘Hapuskan catatan itu dan gugurkanlah pahala untuk kalimat itu.’ Karena itulah, kami segera menghapusnya.” kata lelaki itu.

Dalam mimpinya, si Abid menangis dan berkata, “Kenapa tindakan itu dilakukan?”

“Semua ini karena engkau sendiri. Ketika membaca Surah Thaa Haa tadi, seorang hamba Allah melewati jalan di dekat rumahmu. Engkau sadar akan hal itu, lalu engkau meninggikan suara bacaanmu agar terdengar oleh hamba Allah tersebut. Kalimat yang tiada catatan pahala itulah yang telah engkau baca dengan suara tinggi.”

Si Abid terjaga dari tidurnya. “Astaghfirullaahal ‘azhiim! Sungguh licin virus riya’ menyusup ke dalam hatiku, dan sungguh besar bahayanya. Dalam sekejap mata saja, ibadahku dimusnahkannya.” []

BACA JUGA: Kisah Tsa’labah, Harta Membuatnya Lupa Beribadah

Sumber: 100 Kisah Islami Pilihan/ penulis: Salman Iskandar/ Penerbit: Mizan, 2009

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline