Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Orang Tua yang Menolak Doa Nabi

0 3

Banyak di antara sahabat Nabi yang sedang menderita sakit. Beliau pun menjenguk mereka dan mendoakan kesembuhan mereka. Kemudian Allah menyembuhkan mereka lantaran keberkahan doa Nabi. Akan tetapi, ada sebagian orang sakit yang ketika dijenguk menunjukkan sikap yang buruk, mengatakan hal-hal yang tidak pantas bahkan perkataan yang merugikan dirinya sendiri.

Contoh yang pertama adalah Sa’ad bin Ubadah. Rasulullah datang menjenguknya karena Sa’ad sedang pingsan. Rasulullah mendoakan kesembuhan Sa’ad, kemudian beliau menaruh tangannya di atas kepala Sa’ad sehingga sakitnya sembuh. Sa’ad pun senang karena bisa melihat kembali Rasulullah dan doa kesembuhan beliau untuk dirinya.

Contoh yang kedua, Rasulullah pernah menjenguk seorang Arab Badui yang sedang sakit. Lalu Rasulullah duduk berdekatan dengannya dan mendoakannya, “Tidak apa, semoga menjadi penghapus dosa, jika Allah menghendakinya.” Doa Rasulullah ini akan menjadi penenang bagi orang tua yang sedang tergeletak sakit itu. Maka dibukalah pintu-pintu langit untuk doa itu sehingga naik ke atas lalu sampai kepada Allah. Kemudian doa yang telah dikabulkan oleh Allah itu turun kembali dan membawa kesembuhan bagi orang tua itu. Alangkah agungnya doa Rasulullah karena Allah pasti mengabulkannya.

Rupanya keburukan akan menimpa orang tua itu. Ia telah menolak doa kesembuhan Nabi untuknya karena ia berkata, “Engkau katakan sakitku penghapus dosa?” Padahal, maksud sabda beliau “semoga menjadi penghapus dosa” adalah bahwa Allah akan membersihkannya dari dosa dan kesalahan apabila ia mau bersabar atas sakit yang dideritanya. Akan tetapi, ia mengucapkan kalimat itu karena mencela doa Nabi lalu menambahinya dengan berkata, “Justru sekarang sedang demam yang menimpa orang tua lemah ini tanpa daya yang segera masuk ke dalam kubur.”

Kemudian, Rasulullah berkata, “Kalau begitu, benar apa yang kamu katakan akan terjadi.”

Ia memang berhak mendapatkan itu karena telah menolak doa kesembuhan dari Nabi lantaran kurang bersabar. Ia menganggap demamnya tidak bakal sembuh, malah bertambah panas dan parah sehingga mengakibatkan napasnya terputus dan meninggal dunia. Adapun sabda Rasulullah, “Kalau begitu, benar apa yang kamu katakan akan terjadi” adalah doa untuk orang tua itu atas apa yang telah diucapkannya. Pintu-pintu langit senantiasa terbuka, maka doa pertama tadi balik lagi ke atas. Adapun doa kedua naik ke atas disusul doa-doa malaikat yang mengamini doa Nabi tersebut. Maka yang terjadi orang tua itu telah meninggal dunia. Ia mati karena doanya sendiri yang diamini oleh Rasulullah dan ketentuan Allah atas dirinya. Hendaklah seseorang berdoa memohon kebaikan untuk dirinya sendiri dan orang lain, dan jangan berdoa memohon kejelekan untuk dirinya sendiri dan orang lain. []

Baca juga: Jangan Cela Demam! Ini Penjelasannya

Sumber: Cerita-cerita Memikat dari Sahabat/ Penulis: Dr. Utsman Qadri Mukanisi/ Penerbit: Qalam, 2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline