Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Orang Ini Termasuk Penduduk Neraka

0 12

Abu Hurairah berkata: Kami ikut bersama Nabi ﷺ pada Perang Khaibar. Ada seseorang yang mengaku telah masuk Islam dan ikut berperang. Ia juga berhasil membunuh orang Yahudi. Aku sangat kagum dengan kekuatan, keberanian, dan kesabarannya. Kemudian aku menuturkan kepada Nabi tentang lelaki itu yang membuat takut orang-orang musyrik. Beliau pun bersabda, “Orang ini termasuk penduduk neraka.”

Aku terkejut mendengarkan sabda beliau ini. Lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, lihatlah apa yang ia lakukan! Perhatikan bagaimana cara ia berperang?!”

Beliau kembali bersabda untuk menegaskan sabdanya tadi, “Barang siapa ingin melihat lelaki penghuni neraka, silakan lihat orang ini.”

Ada seorang sahabat yang diliputi keheranan dengan sabda Nabi ini dan tindakan lelaki itu yang berperang dengan gagah berani. Sahabat ini berpikir untuk menguntit lelaki itu dan ingin mengetahui akhirnya. Banyak luka di tubuh lelaki itu sehingga ia tersungkur ke tanah dan tidak bernyawa. Sebelumnya ia mengambil pucuk pedangnya dan ia letakkan di dadanya kemudian ia hunjamkan hingga tembus di antara kedua lengannya. Ia telah bunuh diri. Orang yang menguntit lelaki tersebut langsung menemui Nabi dan berujar, “Aku bersaksi bahwa eng-kau utusan Allah.”

“Benar apa yang kamu katakan itu. Tetapi, apa yang mendorongmu untuk mengucapkannya sekarang?” tanya Nabi.

“Wahai Rasulullah, tadi engkau menyebut tentang orang yang paling pemberani di antara kami dengan bersabda, `Siapa yang ingin melihat penghuni neraka, silakan lihat orang ini’. Aku benar-benar heran, lalu aku menguntitnya supaya hatiku merasa tenang. Wahai Rasul, apa yang engkau katakan tentang lelaki itu sama dengan yang aku lihat,” kata orang tadi. Rasulullah pun bersabda, “Berdirilah kamu hai Bilal dan umumkan dengan suara keras bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang yang beriman. Sesungguhnya Allah mengokohkan agama ini di antaranya dengan perantaraan seorang yang fajir (berdosa).”

Jadi apapun bentuknya, bunuh diri dalam Islam itu diharamkan dan balasannya adalah neraka sekalipun orang tersebut seorang yang berjuang di jalan Allah. Tidak dibenarkan dalam Islam seseorang yang bunuh diri, bahkan seorang sahabat pun yang tengah berjuang di jalan Allah dengan mengikuti pertempuran tapi karena tidak tahan dengan luka yang didapatkannya dalam pertempuran tersebut sehingga sahabat tersebut memilih bunuh diri, maka tetap balasan yang diperolehnya adalah neraka. []

Baca juga: Dia Mati Bunuh Diri atau Syahid?

Sumber: Cerita-cerita Memikat dari Sahabat/ Penulis: Dr. Utsman Qadri Mukanisi/ Penerbit: Qalam, 2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements

you're currently offline