Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Oleh Sebab Itu, Marilah Kita Berdiskusi

0 34

Nabi bersabda, “Jangan bersilang sengketa! Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu bersilang sengketa (cekcok, bermusuh-musuhan) lalu mereka binasa.” (Hr Ahmad)

Pada masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz, Kaum Khawarij yang semula memberontak kepada Ali bin Abi Thalib dan bahkan berhasil membunuhnya, masih terus melakukan gerakan ilegal yang sering mengganggu keamanan dan ketenangan Kaum Muslimin.

Dalam masalah ini, Khalifah mengatasinya dengan berdamai serta berusaha mengajak mereka berdiskusi dengan menampung aspirasi mereka. Amirul Mukminin pun mengirimkan surat kepada pimpinan yang isinya,

“Amma ba’du. Berita yang sampai kepada saya mengatakan bahwa kalian melakukan pemberontakan karena Allah dan Rasul-nya. Kalian bukanlah orang yang lebih layak dalam masalah ini, demikian pula aku! Oleh sebab itu, marilah kita berdiskusi. Apabila kebenaran itu berada di pihak kami, harus mengikuti kami. Demikian pula sebaliknya, kami pun akan berpikir dan meninjau kembali pendapat kami itu!”

Ternyata Khalifah berpatokan pada firman Allah yang berbunyi, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qs an-Nahl [16] : 125)

Setelah pimpinan gerakan itu membaca kata-kata bijaksana dari Khalifah, alangkah malunya ia. Hingga ia menurunkan kembali senjatanya. Kemudian ia mengirimkan dua utusan untuk berdiskusi dengan Khalifah. Diskusi tersebut terbukti berpengaruh sangat besar, karena banyak dari mereka yang menghentikan aksinya dan mulai memeluk Islam.

Allah berfirman, “Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (Qs al-Hujurat [49] : 9) []

Sumber: Oase Kehidupan, Merujuk Kisah-kisah Hikmah Sebagai Teladan/Penerbit: Marja/Penulis:Abu Dzikra – Sodik Hasanuddin,2013

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline