Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Nasihat Umar untuk Khalifah al-Walid

0

Umar bin Abdul Aziz adalah seorang khalifah dalam Islam yang terkenal dengan ketegasannya. Bahkan, Umar sebelum menjabat sebagai seorang khalifah beliau senantiasa mengkritik kebijakan penguasa yang menyalahi syariat Islam pada masa itu, salah satunya adalah khalifah al-Walid.

Umar bin Abdul Aziz pernah meminta al-Walid menghentikan hukuman mati yang diputuskan para pejabatnya di daerah. “Hai Amirul Mukminin, aku mempunyai nasihat,” kata Umar. “Jika pikiranmu tidak sedang tenang dan hatimu tidak sedang nyaman, kau bisa memintaku menyebutkan nasihat itu kapan-kapan saja.”

Al-Walid berkata, “Kenapa tidak sekarang saja?”

BACA JUGA: Saat Umar bin Abdul Aziz Mengundurkan Diri Sebagai Gubernur Madinah

“Aku ingin kamu dapat memahami dengan baik apa yang aku katakan,” jawab Umar.

Setelah berlalu beberapa hari, al-Walid berkata, “Hai pelayan, siapa yang ada di luar?”

“Beberapa orang. Di antara mereka ada Umar ibn Abdul Aziz,” kata pelayan.

“Suruh dia masuk!” perintah al-Walid.

Umar segera masuk, lalu al-Walid berkata kepadanya, “Apa nasihatmu, hai Abu Hafsh?”

BACA JUGA: Apakah Benar Ini Rumah Khalifah?

Umar berkata, “Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah setelah syirik selain menumpahkan darah. Para pejabatmu menjatuhkan hukuman mati karena kesalahan-kesalahan terhukum. Engkau akan dimintai tanggung jawab soal itu. Perintahkan mereka agar tidak membunuh siapa pun kecual dia telah membuktikan kesalahannya dan engkau yang memutuskan hukuman apa yang pantas dijatuhkan.”

Al-Walid berkata, “Semoga Allah memberkatimu, hai Abu Hafsh. Dan semoga kamu selalu ada. Aku akan mengeluarkan perintah itu.”

Al-Walid pun segera memerintahkan usulan Umar itu kepada seluruh pejabatnya di daerah. Tidak ada yang khawatir dengan perintah itu kecuali Hajjaj. Dia mengira bahwa perintah itu hanya ditujukan untuknya. Dia pun mencari tahu kenapa ada perintah seperti itu. Dia bertanya-tanya, “Siapa yang mengusulkan hal ini kepada Amirul Mukminin?”

Lalu, dia mendapat kabar bahwa Umarlah yang mengusulkannya. Hajjaj berkata, “Jika memang Umar yang mengusulkannya, tidak ada yang bisa membatalkannya.” []

Sumber: The Great of Two Umar/ Penulis: Fuad Abdurrahman/ Penerbit: Zaman, 2016

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline