Foto: Pinterest

Nampaknya Aku Tak Laku, Wahai Rasulullah

Anas bin Malik mengatakan, ada seorang sahabat bernama Julaibib. Wajahnya kemerah-merahan, postur tubuhnya pendek, dan tidak begitu rupawan. Mengetahui bahwa ia tidak memiliki seorang isteri, Rasulullah pun menawarkan padanya untuk menikah.

Julaibib berkata, “Nampaknya aku tak laku, wahai Rasulullah.”

Rasulullah menjawab, “Akan tetapi, di sisi Allah engkau bukanlah orang yang tidak laku.”

Lalu Rasulullah melamar seorang wanita dari kalangan Anshar untuknya. Wanita tersebut merasa bahwa kedua orang tuanya sedih karena nasib yang diterima puterinya itu.

Namun ayahnya juga kurang pas ketika tahu bahwa lamaran Rasulullah itu adalah untuk Julaibib, padahal ia juga telah menolak lamaran-lamaran lain yang datang kepada puterinya.

Lalu wanita itu membacakan Firman Allah, “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka..” (QS. Al-Ahzab Ayat 36)

Wanita tersebut terus meyakinkan ayahnya bahwa tidak pantas bagi kita menolak perintah Rasulullah.

Sang ayah pun akhirnya luluh dan mau menikahkan puterinya dengan Julaibib. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, terserah Anda. Nikahkanlah putriku dengan Julaibib.”

Kemudian wanita itu berrkata, “Aku ridha dan menerima apa yang telah diridhai oleh Rasulullah.”

Ketika mendengar jawaban itu, Rasulullah pun mendoakan kebaikan baginya dan berkata, “Ya Allah, limpahkanlah kepadanya kebaikan dan jangan persulit kehidupannya.”

Setelah beberapa hari pernikahannya, Julaibib berangkat berjihad bersama Rasulullah, dan ia pun gugur dalam perang tersebut. Setelah itu, isterinya menjadi seorang janda terkaya di kalangan Anshar. []

 

Sumber: Walid al-A’zhami, Nabi Muhammad di Hati Sahabat., hal 249, 250.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline