Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Nabi Sulaiman dan Burung yang Tidak Berkicau

0

Allah SWT berfirman “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi engkau tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS.Al-Isra’: 44)

Nabi Sulaiman dikenal sebagai nabi sekaligus raja yang memiliki kekuasaan besar. Beliau mendapatkan anugerah dari Allah dengan pengetahuan dan harta yang berlimpah dan memiliki bala tentara dari kaum jin dan manusia. Nabi Sulaiman juga memiliki mukjizat untuk memahami dan bercakap dengan binatang, termasuk dengan burung.

Dikisahkan dalam Hikaya Shufiyah karangan Muhammad Abu al Yusr Abidin, ada seekor burung yang memiliki kicauan merdu dan tampilan indah telah dibeli oleh seorang lelaki dengan harga seribu dinar. Setelah dibeli, burung itu pun ditempatkan dalam sebuah sangkar. Namun burung itu justru tidak berkicau.

Suatu ketika, datanglah seekor burung lain yang bersuara kencang dan heboh, sementara si burung dalam sangkar hanya terdiam dan membisu.

Melihat kejadian itu, lelaki pemilik burung dalam sangkar itu jengkel. Ia kemudian melaporkannya kepada Nabi Sulaiman.

“Oke, baiklah, segera bawa ia kesini?” pinta Nabi Sulaiman.

Burung tersebut kemudian dihadapkan kepada Nabi Sulaiman.

“Bagi pemilikmu ada hak yang harus engkau penuhi. Dia membelimu dengan harga yang mahal. Namun, kenapa engkau hanya diam membisu tanpa berkicau?” tanya Nabi Sulaiman meminta penjelasan si burung.

“Wahai Nabi Allah, sesungguhnya aku hanya berteriak karena sedih dan rindu dengan kawan-kawanku dan meminta untuk membebaskan dari sangkar dan penjara. Lantas datanglah burung sejenis denganku dan memerintahkanku agar bersabar. Dan dia memahamkan kepadaku satu hal, bahwa meminta paksa keluar hanya akan menambah deritaku. Sementara lelaki itu mengurungku demi suaraku, maka aku pun diam membisu,” terang si burung.

Akhirnya, dengan kebijaksanaannya,  Nabi Sulaiman melepaskan si burung dan mengganti harga beli pemiliknya dengan sepadan. []

Baca juga: Nabi Sulaiman, Sebutir Gandum dan Seekor Semut

Sumber: Muhammad Abu al Yusr Abidin/Penulis: Hikaya Shufiyah,2001

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline