Foto: Pinterest

Nabi Sebutkan soal Hati yang Memiliki Iman

“Sungguh beruntung orang yang mengikhlaskan hatinya untuk iman, menjadikan hatinya bersih, lidahnya jujur, jiwanya tenang, akhlaknya lurus; dan ia menjadikan telinganya mendengar, matanya melihat.” (Hadits hasan riwayat Imam Ahmad)

Hadits ini menjelaskan bahwa orang yang menyediakan hatinya untuk ditempati iman akan memiliki ciri-ciri yang tampak dalam ralitas kehidupannya: hatinya bersih dari segala penyakit seperti iri, dengki, kebencian; lidahnya jujur, tidak menipu, tidak berdusta; jiwanya tenang, tidak gelisah dan penuh optimisme; akhlaknya terpuji dan membuat orang lain bahagia; seluruh inderanya berfungsi secara baik untuk hal-hal yang baik.

Adalah Rasulullah saw. sendiri membawa Quran dalam hatinya. Dan karenanya beliau layak menjadi mundzir (pemberi peringatan). Sebab memang di hatinya itulah Allah swt. menempatkan Quran. Allah swt. berfirman:

“Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam. Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril). Ke dalam hatimu (Muahammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.” (QS. 26: 192-194)

Karena Quran dalam hati -bukan hanya dalam lidah atau sekadar dalam mushaf- maka seluruh perilakunya merefleksikan Quran itu. Itu digambarkan dengan sangat ringkas namun indah oleh Aisyah –semoga Allah meredhainya, dengan kalimat: akhak Rasulullah saw. adalah Quran.

Ini semakin menegaskan bahwa jika hati seseorang baik maka baik pulalah segala yang dilakukan oleh anggota tubuh lainnya. Dan itu digambarkan oleh Rasulullah saw. dengan sabdanya, “Ingatlah bahwa dalam tubuh manusia ada segumpal darah. Apabila ia baik maka baik pula seluruh (perbuatan) anggota tubuhnya dan apabila ia rusak maka rusak pula seluruh (perbuatan ) anggota tubuhnya. Ingatlah ia itu adalah hati.” (Hadits shahih).

Di situlah kekuatan dakwah Rasulullah saw. Hatinya dishibghah dengan Quran. Lalu shibghah itu muncul dalam perilaku dan akhlak. Dan dari situlah muncul kekuatan indzar (memberi peringatan), sebagaimana yang Allah sebutkan dalam ayat yang disitir di atas: “Dia (Quran) dibawa turun oleh oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril). Ke dalam hatimu (Muahammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.” []

About Admin 1

Check Also

Manisnya Menggigit Iman

Iman yang mantap disertai keteguhan hati bisa disejajarkan dengan sebuah gunung yang tidak bisa diusik.

you're currently offline