Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Ketika itu, Nabi Ibrahim AS sedang melakukan perjalanan dari Palestina menuju lembah Bakkah (Mekkah) untuk menyusul Siti Hajar dan anaknya, Nabi Ismail AS, yang dahulu beliau tinggalkan di sana. Tiba di Mekkah, Nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT untuk membangun rumah-Nya.

BACA JUGA: Sejak Kapan dan Sudah Berapa Lamakah Ka’bah Itu Didirikan

Beliau pun meminta Nabi Ismail AS untuk membantunya membangun Ka’bah Baitullah, rumah Allah. Nabi Ismail AS lalu menyanggupi.

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka’bah, karena fondasi Ka’bah telah ada sebelumnya. Nabi Ibrahim AS lalu menata batu-batuan gunung yang keras dan besar, yang telah diambil oleh Nabi Ismail AS.

Dalam pembangunan ini, sesekali Siti Hajar menyertai mereka. Melihat hal itu, Nabi Ibrahim AS kemudian membuatkan tempat berteduh dari daun pohon Arok dan membuat Siti Hajar setia menemani pembangunan Ka’bah tersebut.

Ka’bah pun menjadi tempat ibadah pertama kali di atas Bumi. Hingga kini, Ka’bah menjadi pusat ibadah yang diziarahi jamaah. Ka’bah juga merupakan kiblat bagi kaum Muslimin di seluruh dunia.

BACA JUGA: Ka’bah Menjumpai Rabi’ah Al-‘Adawiyah

Hal ini dapat dilihat dalam Al-Qur’an (QS. Ali Imran [3]: 96), “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” []

Sumber: 80 kisah Asal Mula dalam Islam/Karya: Hidayatun Ni’mah/Penerbit: Qibla/2017

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More