Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Nabi dan Seorang Lelaki Badui

0

Suatu kali seorang badui datang menemui Rasulullah. “Ya Rasulullah, sesungguhnya kedatanganku ini tidak saja ingin menemuimu. Tapi aku juga ingin meminta sesuatu darimu. Apa sajalah yang sekiranya bisa kauberikan dan aku terima,” ujarnya tanpa basa-basi lagi.

Memang begitulah adanya keadaan orang Badui itu. Mereka biasanya bicara langsung ke pokok permasalahannya.

Rasulullah saw tersenyum sebentar. Di dalam hatinya ia tidak tahu apa yang mesti diberikan kepada lelaki yang tampaknya kasar itu. Akhirnya ia mengambil sesuatu dan segera memberikannya kepada lelaki Badui itu. “Ini yang mungkin bisa kuberikan kepadamu,” kata Rasulullah saw. “Aku telah berbuat baik padamu.”

Lelaki Badui itu menerimanya dengan dahi berkerut. Tampak jelas ia tidak menyukai pemberian Rasulullah saw. Sedetik kemudian ia menyampaikan perasaannya itu dengan suara yang keras. “Pemberianmu tidak bagus, aku tidak mau memilikinya.”

Rasulullah saw terdiam. Selintas mukanya merah. Para sahabat sendiri ketika itu langsung berdiri. Mereka serentak mengerumuni lelaki itu. Para sahabat tersinggung. Berani-beraninya lelaki itu mengatakan begitu rupa bahwa ia tidak menyukai pemberian Rasulullah saw.

Para sahabat tahu pasti, bahwa Rasulullah saw jarang sekali mempunyai sesuatu yang bagus. Kebanyakan harta Rasulullah saw memang sederhana sekali, tetapi dengan mengatakan langsung seperti itu, siapa yang tidak akan marah. Lelaki Badui itu nyata tidak menghormati pemberian Rasulullah saw. Kemarahan para sahabat segera menyelimuti tempat itu.

Ketika para sahabat hendak serentak bergerak, Rasulullah saw memberi isyarat. “Bersabarlah, dan jangan melakukan sesuatu apapun kepadanya,” ujar beliau.

Kemudian segera Rasulullah saw pulang ke rumahnya. Tidak lama memang. Beberapa waktu kemudian, Rasulullah saw kembali lagi. Ia membawa sesuatu yang tampaknya akan diberikan kepada lelaki Badui itu. Memang benarlah, sesuatu itu kemudian diberikan kepada lelaki Badui yang sebelumnya menolak pemberian Rasulullah saw. “Bagaimana dengan yang ini?” kata Rasulullah saw seraya memberikan apa yang ada di tangannya itu.

Wajah lelaki itu kemudian sedikit berseri-seri. Tampaknya ia menyukai apa yang diberikan Rasulullah saw kepadanya kali ini.

Rasulullah saw bertanya, “Apakah aku berbuat baik kepadamu?”

Dengan wajah yang sangat gembira lelaki Badui itu menukas, “Ya, semoga Allah membalas kebaikan engkau, keluarga dan kerabat.”

Kemudian setelah itu, lelaki itu pamit begitu saja meninggalkan Rasulullah saw dan para sahabat. Setelah kepergiannya, para sahabat saling memandangi. Rasulullah saw sendiri tidak berkata apa-apa.

Keesokan harinya ketika mereka berkumpul kembali, para sahabat sebenarnya masih menungu-nunggu gerangan penjelasan Rasulullah saw akan kejadian kemarin. Rasulullah saw mengerti. Setelah semuanya berkumpul mengelilinginya dalam majlis itu, Rasulullah berkata, “Nah, kalau pada waktu Badui itu berkata sekasar yang kalian dengar, kemudian kalian tidak bersabar, kalian marah lalu kalian mengasarinya, maka, ia pasti masuk neraka. Namun, karena aku memperlakukannya dengan baik, maka ia selamat.” []

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline