Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Muraqabah, Hati yang Mengerti Kedekatan Allah

0

Ketika Al-Muhasibi ditanya tentang muraqabah, beliau menjawab, “Awalnya adalah mengertinya hati akan kedekatan Rabb Jalla wa’ala.”

Ibnul Qayyim menulis, “Semestinya seseorang itu bermuraqabah sebelum beramal dan selama beramal; apakah hawa nafsunya yang mendorongnya untuk melakukannya ataukah hanya Allah ta’ala yang mendorongnya secara khusus. Jika yang mendorongnya adalah Allah, dia melanjutkannya; dan jika tidak, dia meninggalkannya. Inilah ikhlas.”

Al-Hasan bertutur, “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berhenti sejenak saat berhasrat (untuk beramal); jika dia hendak melakukannya karena Allah, dia melanjutkannya, dan jika karena selain Dia, dia menundanya.”

Inilah muraqabah seorang hamba dalam ketaatan. Yaitu ikhlas di dalamnya. Sedangkan muraqabah dalam kemaksiatan adalah dengan taubat, sesal, dan berhenti dari melakukannya. Adapun muraqabah dalam hal yang mubah adalah dengan memperhatikan adab di dalamnya dan bersyukur atas berbagai nikmat.

Sesungguhnya seseorang itu berada di dalam salah satu dari dua hal, nikmat yang mesti disyukurinya dan ujian yang dia mesti bersabar menghadapinya. Semua itu termasuk Muraqabah. []

Sumber: Manajemen Akhlak Salaf Membentuk Akhlak Seroang Muslim Dalam Hal Amanah, Tawadhu, dan Malu/Penulis: Abu ‘Amar Mahmud Al-mishry/Penerbit: pustaka Arafah 

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline