Picture: allvectors.com

Momen-momen Terakhir Umar Bin Khaththab

Ibnu ‘Abba mengisahkan momen terakhir bersama ‘Umar setelah dia ditikam oleh Abu, Lulu`ah. Aku mengatakan, “Bergembiralah engkau akan surga, wahai Amirul Mukminin! Engkau masuk Islam ketika orang-orang mengingkarinya. Engkau ikut berjihad bersama Rasulullah saw ketika orang-orang meninggalkannya. Nabi saw meninggal saat ridha terhadap engkau. Tidak ada dua orang yang berselisih dalam masa kekhalifahanmu, sementara engkau (wafat) dibunuh sebagai syahid.”

`Umar memintaku untuk mengulang kembali apa yang aku katakan, lalu aku melakukannya. Kemudian `Umar berkata, “Aku bersumpah demi Allah, Yang tidak ada yang berhak disembah selain diri-Nya. Telah aku miliki segala yang emas dan perak di dunia ini. Aku akan menginfakkannya sebagai tebusan untuk diriku atas buruknya kejadian setelah kematian.

Dalam Shahih Bukhari, `Umar mengatakan, “Sebagaimana yang engkau katakan tentang sahabat Rasulullah dan keridhaannya terhadapku, itu adalah kebaikan, Allah Mahakuasa melakukannya kepadaku dan tentang ketidaksabaranku sebagaimana yang engkau lihat adalah karena engkau dan para sahabatmu. Demi Allah, seandainya aku memiliki seluruh emas yang ada di bumi, aku akan tebus diriku dengannya dari hukuman Allah Yang Mahakuasa sebelum aku bertemu dengan-Nya. []

Sumber: The Golden Story of Umar bin Khaththab/ penulis: DR. Ahmad Hatta, MA/ Penerbit: Maghfirah Pustaka/ April 2014

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline