Picture: Pixabay

Miqdad Bin ‘Amr, Menghindari Jabatan dan Pujian

Miqdad bin ‘Amr, merupakan sahabat yang termasuk dalam orang-orang yang pertama memeluk Islam. Bila dihitung, dia orang ketujuh yang menyatakan keislaman secara terbuka dan terus terang. Akibatnya, dia harus menanggung penderitaan dari kekejaman Kaum Quraisy.

Miqdad adalah seorang ahli pikir ulung. Dia memiliki pikiran cemerlang dan hati yang tulus.

Suatu hari, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, mengangkat Miqdad sebagai amir di suatu daerah. Tatkala dia kembali dari tugasnya, Rasulullah bertanya, “Bagaimanakah pendapatmu tentang menjadi amir?”

“Anda telah menjadikanku menganggap diri berada di atas semua manusia sedangkan mereka semua di bawahku. Demi yang telah mengutus Anda membawa kebenaran, sejak saat ini, aku tidak berkeinginan lagi menjadi pemimpin sekalipun untuk dua orang untuk selama-lamanya,” jawab Miqdad jujur.

Memang, sejak dia menjabat sebagai amir, dirinya diliputi oleh kemegahan dan puji-pujian. Miqdad menyadari sepenuhnya kelemahan ini. Karena itu, dia bertekad untuk menghindari jabatan dan menolak bila diangkat sebagai amir lagi. []

Sumber: 60 Kisah Seru Sahabat Rasul/ Penulis: Ummu Akbar/ Penerbit: Mizan/September, 2007

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline