Foto:iStock

Mereka yang Mengikuti Jejak Para Kaum Quraisy

Pada Perang Uhud Nabi Muhammad melihat seorang laki-laki yang membunuh Kaum Muslimin dengan ganas, maka Nabi bersabda kepada az-Zubair, “Lawanlah dia, wahai Zubair!”

Maka az-Zubair naik ke sebuah bukit kemudian dia menyergapnya dari atas. Dia mencekiknya sehingga keduanya berguling dan terjatuh ke tanah. Az-Zubair duduk di atas dadanya lalu membunuhnya.

Az-Zubair berkata, “Rasulullah mengumpulkan ayah‑ibunya untukku dua kali, pada Perang Uhud dan pada Perang Bani Quraizhah.”

Dari Hisyam, dari ayahnya rahimahullah, bahwa ‘Aisyah berkata, “Keponakanku! Dua orang tuamu, yaitu az-Zubair dan Abu Bakar termasuk, “Orang-orang yang mentaati (perintah) Allah dan Rasul setelah mereka mendapat luka (dalam PerangUhud)…” (QS. Ali ‘Imran: 172)

Ketika orang-orang musyrikin pulang dari Uhud dan Nabi beserta para Sahabat mengalami apa yang mereka alami, Nabi khawatir orang-orang musyrikin akan kembali menyerang. Maka Nabi bersabda, “Siapa yang bersedia mengikuti jejak mereka sehingga mereka mengetahui bahwa kita masih memiliki kekuatan?”

Maka berangkatlah Abu Bakar dan az-Zubair yang diikuti oleh tujuh puluh orang Sahabat. Mereka keluar mengikuti jejak orang­-orang musyrikin. Ketika orang-orang musyrikin mendengar tentang mereka (Abu Bakar dan para Sahabat), mereka langsung beranjak ke Makkah.

Allah Ta’ala berfirman, “Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka tidak mendapatkan bencana apa pun.” (QS. Ali ‘Imran: 174)

Hingga akhirnya mereka tidak bertemu musuh.” []

Sumber: Shahabat-Shahabat Rasulullah SAW/ Penulis: Syaikh Mahmud al Mishri/ Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir

About Dini Koswarini

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline