Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Mereka Lebih Mencintai Mati daripada Emas Merah

Dalam Hadist shahih Bukhari dan Muslim dikatakan, “Hari Kiamat tak akan datang hingga seseorang melewati kuburan orang yang telah meninggal, lalu ia berkata, ‘Alangkah baiknya seandainya aku berada pada tempatnya.”

BACA JUGA: Abu Hurairah, Tahukah Engkau Siapa yang Mengajakmu Berbicara Selama Tiga Malam?

Maksudnya, betapa indah seandainya aku dikubur. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa para ahlul qubur mereka yang telah meninggal dicemburui dan maut dirindui pada saat munculnya segala bentuk fitnah. Keadaan semacam itu adalah karena takut akan hilangnya agama akibat semakin gencarnya serangan kebatilan terhadap kebenaran, munculnya segala macam maksiat dan kemungkaran.

Rasa takut kehilangan agama itu tidak dirasakan oleh setiap orang. Namun, ia khusus bagi orang-orang yang selalu berbuat kebaikan. Sedangkan selain mereka, maka musibah hilangnya agama, suatu saat akan terjadi pada diri mereka. Entah itu yang berkenaan dengan diri mereka sendiri, keluarga atau dunia mereka.

Al-Hakim telah meriwayatkan hadits dari Abi Salamah, ia berkata, “Saya pergi menziarahi Abu Hurairah r.a. yang sedang sakit, lalu aku pun berdoa, ‘Ya Allah sembuhkanlah Abu Hurairah!”

BACA JUGA: Empat Golongan yang Mendapat Penangguhan di Hari Kiamat

Lantas Abu Hurairah menimpali, “Ya Allah, janganlah Engkau kembalikan kesehatan itu! Wahai Al-Hakim, kalau boleh aku ingin mati! Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh suatu zaman akan menghampiri para ulama, di mana mereka lebih mencintai mati daripada emas merah. Dan saat itu, sungguh seseorang dari kalian melewati kuburan saudaranya niscaya akan berkata, “Indahnya seandainya aku berada pada tempatriya.” []

Sumber: Agar Harta Tidak Menjadi Fitnah/Karya:Ahmad Abdul Ghaffar/Penerbit:Gema Insani Press/2004

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More