Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Mereka Benar dan Mereka Bohong

Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam ketika singgah di Zhahran waktu melakukan umrahnya, para sahabatnya mendengar bahwa orang-orang Quraisy mengejek mereka; maka para sahabat berkata, “Bagaimana kalau kita menyembelih hewan kita, kita makan dagingnya dan meminum kuahnya, sehingga besok kita sampai di Makkah dalam kondisi yang kuat.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jangan lakukan itu, kumpulkanlah untukku bekal-bekal kalian.”

BACA JUGA: Kebenaran Sabda Rasulullah Tentang Abu Dzar

Kemudian mereka mengumpulkan bekal, lalu mereka makan dan minum. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallamdatang sampai masuk ke Masjidil Haram sementara orang-orang Quraisy duduk ke arah Ka’bah.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menyelempangkan pakaian ihramnya dan bersabda, “Jangan sampai orang-orang Quraisy melihat kalian, lalu mereka mengejek kalian.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menyalami pojok Ka’bah lalu berlari kecil sampai ke pojok Yamani, lalu Rasulullah berjalan biasa menuju ke pojok Hajar Aswad.

Orang-orang Quraisy berkata, “Mereka tidak rela dengan berjalan, mereka berlari seperti kijang.”

Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melakukannya tiga kali putaran sehingga hal ini menjadi sunnah yang diikuti sampai sekarang.

Read More

Empat Peristiwa Penting hingga Masa Pengutusan

Abu Dawud berkata, dari Abu Ath-Thufail, ia berkata, aku bertanya kepada Ibnu Abbas, “Kaummu mengira bahwa Rasulullah telah berlari kecil di Baitullah dan itu telah menjadi sunnah?”

Ibnu Abbas menjawab, “Mereka benar, mereka bohong.”

Aku bertanya lagi, “Apa maksudnya mereka benar dan mereka bohong?

Ia menjawab, “Mereka membenarkan Rasulullah berlari kecil dan mereka berdusta mengatakan itu bukan merupakan sunnah. Orang-orang Quraisy pada hari Hudaibiyah berkata, “Biarkan Muhammad dan sahabatnya sampai mereka mati kelelahan.”

BACA JUGA: Rasulullah Memperagakan Adab di Dalam Masjid

Ketika mereka berdamai dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan bersepakat bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam akan kembali datang pada tahun berikutnya, bermukim di Makkah selama tiga hari dan Rasulullah datang sementera orang-orang Quraisy memandangi dari bukit Qaiqa’an.

Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Berlarilah kalian dalam thawaf di Baitullah tiga kali putaran.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam juga menambahkan, “Ini bukan sunnah.”

Sumber: Khalid Bin Al-Walid: Panglima Yang Tak Terkalahkan/Karya: Manshur Abdul Hakim/Penerbit: Dar Al-Kitab Al-Arabi/2010

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More