Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Menguji Budi Pekerti Hasan bin Ali

87

Hasan bin Ali bin Abi Thalib adalah cucu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat dicintai oleh kaum Muslim. Dia layaknya permata pada masa hidupnya karena memiliki budi pekerti yang mulia dan terpuji.

Pada suatu hari, Hasan sedang duduk di depan pintu rumahnya. Tiba-tiba, datanglah seorang pemuda Arab Badui. Lalu, pemuda yang tidak dikenal itu mencaci maki Hasan bin Ali dan juga ibu-bapaknya. Anehnya, Hasan bin Ali hanya mendengar tanpa sedikit pun berubah air mukanya atau membalas kata-kata hinaan pemuda Badui itu.

Setelah pemuda Arab Badui itu puas mencaci maki. Hasan berkata kepada pemuda itu. “Wahai Badui, adakah engkau lapar atau dahaga? Adakah sesuatu yang memusingkan hatimu?” tanyanya ramah.

Read More

Tangisan Rasulullah Guncangkan Arasy

Tanpa memedulikan kata-kata Hasan, pemuda Badui itu malah tambah keras mencaci maki Hasan bin Ali.

Kemudian, Hasan menyuruh pembantu rumahnya membawa sejumlah uang perak. Lalu, dia memberikannya kepada pemuda Badui itu. “Wahai Badui. maafkanlah aku! Inilah yang aku miliki. Jika ada yang lebih, aku berjanji tidak akan menyembunyikannya darimu.” ucap Hasan dengan lembut dan simpatik.

Akhirnya, sikap simpatik dan pelayanan lembut Hasan bin Ali berhasil meluluhkan hati pemuda Badui itu. Dia menangis terisak-isak. lantas bersujud di kaki Hasan. “Wahai cucu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, maafkanlah aku karena berlaku kasar kepadamu. Sebenarnya, aku sengaja melakukan hal ini untuk menguji kebaikan budi pekertimu sebagai cucu Rasul yang aku kasihi. Sekarang, yakinlah aku bahwa engkau mempunyai budi pekerti yang mulia.” kata pemuda Badui itu sambil terus menangis. []

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More