Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Mengkhatamkan Al-Qur’an dalam Satu Raka’at

0

Pada masa jahiliah, Utsman bin Affan ra. adalah seorang yang sangat dimuliakan kaumnya. Beliau dikenal sebagai seorang yang pemalu, hartawan, dan pemilik petuah yang didengar. Dia tidak pernah sujud kepada sebuah patung pun, tidak pula berbuat keji, tidak pernah minum khamar baik sebelum maupun setelah Islam.

Beliau sendiri menuturkan, “Aku tidak pernah bernyanyi, tidak pula panjang angan-angan. Aku tidak pernah menyentuh zakarku dengan tangan kananku setelah aku gunakan tangan itu untuk membaiat Rasulullah saw. Aku tidak pernah minum khamar pada masa jahiliah maupun setelah Islam.”

BACA JUGA: Saat Umar bin Khattab Berkunjung ke Suriah

Di tengah kesibukannya sebagai khalifah yang ketiga, beliau tidak pernah tertinggal mendirikan shalat dengan membaca seluruh Al-Qur’an dalam satu rakaat. Kebiasaan itu pun tetap beliau amalkan ketika beribadah haji.

Beliau akan berdiri di dekat Hajar Aswad, dan mulai membaca Al-Quran dari awal hingga akhir dalam satu rakaat shalatnya. Ini adalah salah satu di antara keistimewaan beliau.

Mengenai firman Allah, “Apakah engkau hai orang musyrik yang lebih (beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang dia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabb-nya.” (Az-Zumar [39]: 9).

Ibnu Umar berkata bahwa yang dimaksud dalam ayat itu adalah Utsman bin Affan.

Juga tentang firman Allah, “Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus.” (An-Nahl: 76).

Ibnu Abbas ra. berkata, “Maksudnya adalah Utsman bin Affan ra.”

Beliau pernah dituduh telah berbuat bidah, yaitu tidak mengqasar shalat tatkala di Mina ketika haji. Beliau shalat sempurna. Maka beliau menjawab sendiri tuduhan tersebut, “Ketahuilah, yang demikian adalah karena aku mendatangi suatu negeri yang di dalamnya terdapat keluargaku, sehingga aku menyempurnakannya karena dua alasan bermukim dan menjenguk keluarga.”

BACA JUGA: Khalifah Umar bin Khattab Membayar Diyat bagi Janin

Iman az-Zuhri rah. mengatakan, “Utsman ra. shalat sempurna di Mina empat rakaat karena orang Badui pada tahun itu sangatlah banyak, maka Utsman ra. hendak mengajari mereka bahwa shalat (Zuhur dan Ashar) adalah empat rakaat.” []

Sumber: 198 Kisah Haji Wali-Wali Allah Oleh Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny/Penerbit: Kalil

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline