Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Mengingat Kubur Membuatnya Menangis

Atas rahmat Allah, telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa sahabat-sahabat beliau akan menemani beliau di Surga-Nya. Yang menarik adalah, bagaimana kehidupan orang-orang yang telah dijamin masuk Surga ini. Mereka tidak lantas bersantai menunggu ajal untuk kemudian berharap masuk Surga dengan begitu saja. Mereka adalah orang-orang yang paling takut kepada Allah, dan paling banyak bersyukur kepada-Nya. Tak terkecuali dengan Utsman bin Affan.

Suatu hari Utsman berdiri di pemakaman. Ia menangis hingga air matanya membasahi janggutnya. Ketika ditanya, “Jika disebutkan Surga dan Neraka engkau tidak menangis, akan tetapi mengapa jika mengingat kubur engkau malah menangis wahai Utsman?”

Utsman lantas menjawab dengan keadaan masih meneteskan air mata, “Aku ingat bahwa Rasulullah pernah bersabda, ‘Sesungguhnya kubur adalah persinggahan pertama di alam akhirat. Jika seseorang selamat dari (fitnah) kubur, maka selanjutnya akan lebih mudah. Dan jika dia tidak selamat, maka selanjutnya akan lebih sulit baginya.’” (Hasan; Sunan Ibnu Majah [4267] dinyatakan shahih oleh Ahmad Syakir)

Read More

Shalat Adalah Kekuatan untuk Hamba Allah

Ada sepuluh orang dari sahabat Rasulullah yang dijamin pasti masuk ke dalam Surga. Nama-nama mereka tersebut di dalam hadits yang shahih berikut ini:

عن عبد الرحمن بن عوف قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أبو بكر في الجنة وعمر في الجنة وعثمان في الجنة وعلي في الجنة وطلحة في الجنة والزبير في الجنة وعبد الرحمن بن عوف في الجنة وسعد في الجنة وسعيد في الجنة وأبو عبيدة بن الجراح في الجنة

“Dari Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Abu Bakr di Surga, Umar di Surga, Utsman di Surga, Ali di Surga, Thalhah di Surga, Az Zubair di Surga, Abdurrahman bin ‘Auf di Surga, Sa’d di Surga, Sa’id di Surga, dan Abu Ubaidah ibn Jarrah di Surga.” [HR At Tirmidzi (3747), hadits shahih.] []

 

Sumber: Abu Jannah. Sya’ban 1438 H. Serial Khulafa Ar-Rasyidin, Utsman bin Affan. Jakarta: Pustaka Al-Inabah.

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More