Picture: Freepik

Mengimami Rasulullah

Dipilihnya Abu Bakar sebagai Khalifah untuk menggantikan Rasulullah Saw. oleh para sahabat ternyata ini bukan merupakan kebetulan. Ternyata Rasulullah Saw. sudah mempersiapkan Abu Bakar untuk menggantikan kepemimpinannya setelah beliau wafat.

Menjelang wafatnya Rasulullah, terlihat jelas bagaimana menyiapkan Abu Bakar sebagai penerus kepemimpinannya.

Pada hari Kamis, empat hari sebelum wafat, Rasulullah menunaikan shalat Maghrib bersama mereka. Pada saat itu, beliau membaca surah al-Mursalat. Pada waktu Isya, sakit Rasulullah semakin parah, bahkan beberapa kali Rasulullah jatuh pingsan, hingga beliau tidak mampu pergi ke masjid.

Tak lama setelah siuman beliau bertanya lagi, “Apakah orang-orang telah shalat?”

Dijawab lagi, “Belum, sebab mereka menunggumu, wahai Rasulullah.”

Pada waktu itu orang-orang masih terdiam di masjid, menanti kedatangan Rasulullah untuk melaksanakan shalat Isya.

Setelah menyadari tidak sanggup lagi untuk berangkat ke masjid, akhirnya Rasulullah Saw mengutus seseorang menjumpai Abu Bakar, meminta dia agar menjadi imam shalat.

Abu Bakar menyadari bahwa suaranya pelan, sehingga dia meminta `Umar yang menjadi imam shalat, “Wahai Umar, majulah engkau menjadi imam shalat!”

Namun, Umar berkata, “Engkau lebih berhak untuk menjadi imam.”

Sejak itu, Abu Bakar menjadi imam shalat hingga beberapa hari. ‘Aisyah mengisahkan, suatu saat Rasulullah merasa kondisi tubuhnya mulai sehat, sehingga beliau mencoba berangkat ke masjid dengan dipapah dua orang lelaki salah satunya Abbas untuk melaksanakan shalat Zhuhur.

Ketika Abu Bakar melihat kedatangan Rasulullah maka dia bersiap-siap untuk mundur, tetapi RasulullahSaw., mengisyaratkan agar ia tetap di tempatnya, dan beliau memerintahkan kepada dua orang yang memapahnya tadi agar mendudukkan beliau di samping Abu Bakar, maka Abu Bakar shalat dalam keadaan berdiri sementara Rasulullah shalat dalam posisi duduk. []

Sumber: The Golden Story of Abu Bakar Ash-Shiddiq/ penulis: DR. Ahmad Hatta, MA/ Penerbit: Maghfirah Pustaka/ April 2014

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline