Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Mengikuti Jejak Langkah Rasulullah

0

Sewaktu Abdullah bin Umar telah berada di puncak usianya yang tinggi, ia mengatakan, “Saya telah berbai’at kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam. Maka sampai saat ini, saya tak pernah berlot atau ingkar janji. Dan saya tak pernah bai’at kepada pengobar fitnah. Tidak pula membangunkan orang Mu’min dari tidurnya…”

Ia belajar dari ayahnya, Umar bin Khattab, berbagai macam kebaikan sehingga ia berhasil mencapai keimanan yang baik terhadap Allah dan Rasul-Nya. Karena itu, kesetiaannya mengikuti jejak langkah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam, merupakan suatu hal yang amat menakjubkan.

Bahkan ia tak lupa bahwa unta tunggangan Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam berputar dua kali di suatu tempat di kota Mekkah sebelum beliau turun dari atas untanya untuk melakukan shalat dua raka’at. Walaupun barangkali unta itu berkeliling dengan suatu maksud mencari tempat untuk bersimpuh nanti.

Related Posts

Dimanakah Allah? Dimanakah Allah?

Tapi, Abdullah baru saja sampai di tempat itu, ia segera membawa untanya berputar dua kali kemudian baru bersimpuh, dan setelah itu ia shalat dua raka’at, sehingga persis sesuai dengan perbuatan Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam yang telah disaksikannya.

Kesetiaannya yang amat sangat dalam mengikuti jejak langkah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam,  mengundang pujian dair Ummul Mu’minin Aisyah sampai ia mengatakan, “Tak seorang pun mengikuti langkah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam di tempat-tempat pemberhentiannya, sebagai yang dilakukan oleh Ibnu Umar!” []

Sumber: Karakteristik Perihidup Enam Puluh Shahabat Rasulullah/ Penulis: Khalid Muh Khalid/Penerbit: Diponegoro,2006

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline