Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Menghapus Jejak Kaki di Padang Pasir

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta dengan Abu Bakar pergi hijrah ke Madinah di waktu malam. Keduanya berangkat sembunyi-sembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy. Kaum kafir Quraisy memang tidak pernah senang dengan dakwah Nabi di Mekkah bahkan mereka berusaha menghentikan dakwah Nabi salah satunya dengan rencana pembunuhan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam keberangkatan menuju Madinah, Nabi dan Abu Bakar melalui jalan yang lain bukan jalan yang seperti biasa mereka lewati. Hal ini dilakukan untuk mengecoh orang-orang Quraisy. Dalam perjalanan menuju Madinah, Nabi dan Abu Bakar, bersembunyi di Gua Tsur, yaitu sebuah gunung di bawah Mekkah.

Read More

Rasulullah dan Kambing Kurus

Dalam persembunyiannya di Gua Tsur. Abu Bakar meminta anaknya Abdullah supaya mendengarkan apa yang dikatakan orang tentang mereka itu siang hari, lalu sorenya supaya kembali membawakan berita yang terjadi hari itu. Sedang ‘Amir bin Fuhairah supaya menggembalakan kambingnya siang hari dan diistirahatkan kembali bila sorenya ia kembali ke dalam gua. Ketika itu, bila hari sudah sore Asma, datang membawakan makanan untuk mereka.

Nabi dan Abu Bakar, tinggal dalam gua selama tiga hari tiga malam. Ketika Nabi dan Abu Bakar tak juga ditemukan, orang Quraisy menyediakan seratus ekor unta bagi barangsiapa yang dapat menemukan Nabi dan membawanya kepada mereka. Sedang Abdullah bin Abu Bakar siangnya berada di tengah-tengah Quraisy mendengarkan permufakatan mereka dan apa yang mereka bicarakan tentang Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar, sorenya ia kembali dan menyampaikan berita itu kepada mereka.

‘Amir bin Fuhairah, pembantu Abu Bakr, waktu itu menggembalakan ternaknya di tengah-tengah para gembala Mekkah, sorenya kambing Abu Bakar itu diistirahatkan, lalu mereka memerah susu dan menyiapkan daging. Apabila paginya Abdullah bin Abu Bakar bertolak dari tempat itu ke Mekah, ‘Amir bin Fuhairah mengikuti jejaknya dengan membawa kambing supaya jejak itu terhapus. Sesudah berlalu tiga hari dan orang pun mulai tenang, maka Nabi dan Abu Bakar melanjutkan perjalanan menuju Madinah. []

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More