Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Mengenal Siti Maryam Kedua

0 3

Rabi’ah Al-‘Adawiyah boleh dibilang perempuan suci yang ditakdirkan oleh Allah sebagai orang yang ahli ibadah dan digolongkan dalam golongan para auliya’ Allah (para kekasih Allah). Selain Fariduddin Aththar yang memberikan apresiasi pada sosok Rabi’ah Al-‘Adawiyah sebagai perawan suci dan Siti Maryam kedua.

Sementara Abdul Raf al-Munawi menggolongkan Rabi’ah Al-‘Adawiyah sebagai salah satu di antara tiga wali Quthub Allah SWT antara Syaikh Abdul Qadir Jaelani dan Abu Sa’ud bin Syibli.

Sedangkan jika kita menengok pada Al-Qur’an bahwa, “Sesungguhnya para wali Allah itu tidak memiliki rasa takut dan tidak pula bersedih hati. Mereka adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa, Mereka memperoleh kebahagiaan di kehidupan dunia dan akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah. Itulah keberuntangan yang besar. (Qs, Yunus: 62-64)

Lantas kita bertanya siapa sesungguhnya para wali Allah itu?

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam menjawab, “Para suhada Allah adalah orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dengan penglihatan mereka.”

Umar bin al-Khattab pernah mengatakan berkenaan dengan ayat yang menerangkan para kekasih Allah dalam QS. Yunus: 62-64, bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Di antara hamba-hamba Allah, ada hamba-hamba yang bukan Nabi, bukan pula syuhada. Tetapi kelak pada hari kiamat, para Nabi dan syuhada cemburu atas kedudukan mereka di sisi Allah SWT.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, siapakah mereka dan apa perbuatan mereka? Mungkin kami akan mencintai mereka?”

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam menjawab, “Mereka adalah sekelompok manusia (suatu kaum) yang saling mencintai dalam ridha Allah, bukan karena ada hubungan keluarga, juga bukan oleh motif harta-benda yang bisa membuat mereka saling memberi dan menerimanya. Demi Allah! Wajah-wajah rnereka ketika itu, benar-benar bercahaya! Dan mereka berada di atas mimbar-mimbar cahaya!”

Kemudian Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam membacakan salah satu ayat, “Ingatlah, sesungguhnya para auliya’ Allah itu tidak memiliki rasa takut dan tidak pula bersedih.” (QS. Yunus: 62) []

Sumber: 165 Nafas-nafas Cinta, Kidung Cinta Rabiah Al Adawiyah/Penulis:Rudyiyanto/Penerbit: Srigunting,2010

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline