Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Mengenal Singa Padang Pasir

0 2

Dialah Umar bin Khaththab, nama lengkap Umar yaitu Umar bin Khattab bin Nafiel bin Abdul Uzza atau lebih dikenal dengan Umar bin Khaththab (581 – November 644) yang merupakan salah seorang sahabat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wa sallam. Yang juga merupakan khalifah kedua dalam Islam (634-644 M). Umar juga adalah satu di antara empat orang Khalifah yang digolongkan sebagai Khalifah yang diberi petunjuk (Khulafaur Rasyidin).

Umar dilahirkan di kota Mekkah dari suku Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekkah saat itu. Ayah Umar bernama Khaththab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya bernama Hantamah binti Hasyim, dari marga Bani Makhzum. Umar mempunyai julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad Saw yaitu Al-Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan.

Usia Umar bin khatab lebih muda tiga belas tahun dibandingkan usia Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Waktu kecil ia sudah dikenal cerdas dan pemberani. Tidak pernah takut menyatakan kebenaran di hadapan siapa pun. Tidaklah mengherankan jika setelah Umar memeluk Islam, barisan kaum muslimin ditakuti oleh orang-orang kafir Quraisy. Ia yang sebelum memeluk Islam paling berani menentang Islam, setelah memeluk Islam paling berani menghadapi musuh-musuh Islam. Kemudian Umar terkenal sebagai “Singa Padang Pasir” yang sangat disegani. Umar memiliki keperibadian yang sangat kuat dan tegas dalam memperjuangkan kebenaran.

Related Posts

Teguran Allah untuk Umar dan Abu Bakar

Keluarga Umar tergolong dalam keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis, yang pada masa itu merupakan sesuatu yang langka. Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.

Sebelum memeluk Islam, Umar merupakan orang yang sangat disegani dan dihormati oleh penduduk Mekkah, bilamana tradisi yang dijalankan oleh kaum jahiliyah Mekkah saat itu, Umar juga mengubur putrinya hidup-hidup sebagai bagian dari pelaksanaan adat Mekkah yang masih bar-bar. Setelah memeluk Islam di bawah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Umar dikabarkan menyesali perbuatannya dan menyadari kebodohannya saat itu sebagaimana diriwayatkan dalam satu hadits “Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku”. []

Sumber: Misteri Pembunuh 3 Khalifah: Awal Dari Perpecahan Islam/ Penulis: Nurhasanah Namin S.Ag/ Penerbit: Sealova Media/ Agustus, 2014

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline