Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Mengapa Rasulullah Memalingkan Wajahnya?

Al-Aswad adalah seorang penggembala pada Perang Khaibar. Ia datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, saat itu beliau sedang mengepung salah satu benteng Khaibar.

Dengan membawa sekawanan kambing milik orang Yahudi dan ia menggembalanya untuk orang Yahudi tersebut, ia berkata, “Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku tentang Islam!”

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan Islam kepadanya, maka ia masuk Islam. Dan Rasulullah tidak pernah merendahkan seseorang tatkala beliau mengajaknya kepada Islam dan begitu juga tatkala menjelaskan Islam kepadanya.

Setelah masuk Islam, Al-Aswad berkata, “Wahai Rasulullah, aku seorang penggembala untuk pemilik kambing-kambing ini dan kambing-kambing tersebut amanah bagiku, apa yang harus aku lakukan?

Rasulullah bersabda, “Pukul bagian wajah-wajahnya, pasti kambing-kambing itu akan pulang kembali kepada pemiliknya.”

Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian Al-Aswad berdiri, mengambil segenggam batu-batu kecil, dan melemparkannya ke arah wajah kambing-kambing itu sambil berkata, “Kembalilah kepada pemilik kalian. Demi Allah, aku tidak akan pernah lagi menemanimu untuk selamanya.”

Sontak, kambing-kambing itu berhimpun dan berjalan bersamaan seakan ada yang menuntun hingga memasuki benteng.

Kemudian, Al-Aswad maju masuk ke dalam benteng bertempur bersama kaum Muslimin dan ia terkena lemparan batu dan meninggal dunia karenanya. Ia meninggal dalam keadaan belum pernah mengerjakan shalat. Al-Aswad kemudian dibawa ke hadapan Rasulullah dan diletakkan di belakang beliau dan ditutup dengan jubah yang dipakainya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melihatnya bersama beberapa orang dari para sahabat, lalu beliau memalingkan muka. Para sahabat bertanya heran, “Mengapa engkau memalingkan muka darinya, wahai Rasulullah?”

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya ia sedang bersama dua bidadari, isterinya.”

Ibnu Ishaq menuturkan:

Abdullah bin Abu Najih berkata kepadaku ia diberitahu bahwa apabila seorang syahid meninggal dunia, turun kepadanya dua istrinya dari bidadari dan mengibaskan tanah dari wajahnya sambil berkata, “Semoga Allah menjadikan tanah di atas wajah orang yang menjadikan tanah di wajahmu dan membunuh orang yang membunuhmu.” []

 

Referensi: Sirah Nabawiyah perjalanan lengkap Kehidupan Rasulullah/ Asy Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani/ Akbar Media

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline