Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Mengapa Rasulullah Melarang Menyebutkan Garis Keturunannya Setelah ‘Adnan?

Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin ‘Adnan.

Mengapa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam melarang menyebut-nyebut garis keturunannya semenjak Hadhrat Adnan hingga Nabi Ibrahim dan semenjak Nabi Ibrahim hingga Nabi Adam?

Apakah riwayat yang dinukil dari Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam yang bersabda, “Janganlah kalian menyebut-nyebut datuk-datukku setelah Adnan” merupakan sebuah riwayat yang sahih? Apabila riwayat ini sahih lantas apa dalil pelarangan ini?

Menurut sebuah riwayat yang disebutkan dalam sebagian kitab, seperti Bihâr al-Anwâr, Kasyf al-Ghumma fi Ma’rifat al-Aimmah As, dan al-Manâqib li Ali Abi Thâlib As, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Dalam memperkenalkan dan menjelaskan garis keturunan (ayah-ayahku) hendaknya kalian cukup sampai Adnan (saja). (Jangan kalian menyebut datuk-datukku setelah Adnan).”

Demikian juga dalam beberapa riwayat lain yang dinukil dari Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam disebutkan bahwa, “Ketika garis keturunanku (nasab) sampai pada Ma’ad bin Adnan hingga Ibrahim As, maka mereka yang menjelaskan garis keturunan ini (para ahli nasab) telah berkata dusta.”

Dalil atas pelarangan ini sesuai dengan apa yang disebutkan dalam beberapa riwayat adalah tidak jelasnya garis keturunan Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam (setelah Adnan hingga Hadhrat Ibrahim As dan Hadhrat Adam As) dan adanya perbedaan pendapat di antara para ahli nasab.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Berhentilah ketika kalian sampai pada Adnan (ketika menelusuri garis keturunanku) dan kemudian membaca ayat berikut ini, ‘dan (telah Kami binasakan juga) kaum ‘Ad, kaum Tsamud, penduduk ar-Rass, dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut.'” (Qs. Al-Furqan [25]:38)

Kemudian bersabda, “Tiada yang mengetahui hal ini kecuali Allah Swt.”

Karena itu, alasan mengapa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam melarang penyebutan nama datuk-datuknya setelah Adnan (kaum Ad) adalah karena tidak jelasnya garis keturunan dan ingin mengantisipasi perbedaan pendapat di antara para ahli nasab dan sejarawan dalam masalah ini. []

Baca juga: Kemuliaan Garis Keturunan Nabi

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline