Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Mengapa Kau Tidak Membungkuk padaku?

0

Suatu hari sultan berjalan mengelilingi kota. Setiap orang membungkuk padanya kecuali seorang darwis tua. Sang darwis tetap duduk dan terus berzikir kepada Tuhan sembari memutar tasbih. Sultan berhenti dan memanggil danvis itu agar menghampirinya.

“Mengapa kau tidak membungkuk padaku ketika orang-orang membungkuk?” tanya sultan.

Darwis tersebut menjawab, “Orang lain takut kepada kckuasaanmu dan menginginkan hartamu. Pantaslah jika mereka membungkuk padamu. Aku hanya takut pada Allah. Aku hanya mendambakan anugerah-Nya untukku. Jadi, tidaklah pantas aku membunglcuk kepadamu.”

Sang sultan merasa tersinggung, tetapi danvis tersebut melanjutkan jawabannya,”Selain iru, seorang manusia yang bebas tidak boleh membungkuk pada seorang budak.”

Wajah sultan memerah dan memucat karena marah. Para prajuritnya mulai menghunus pedang mereka.

Dengan tenang sang darwis menukas, “Anda tahu, Anda masih menjadi budak dari kemarahan dan kehorrnatan Anda, sementara aku telah membebaskan diri dari dominasi egoku dan sifat hewaniku.”

Sultan kemudian menyuruh prajuritnya pergi, “Tinggalkan ia sendiri. Ia seorang hamba Allah dan diluar kekuasaanku.” []

Sumber: Kultum Kuliah Tujuh Menit, Mengubah Kehidupan dan Kebahagiaan/Penulis: Rudiyanto SW/Penerbit:Raih Asa Sukses (Penebar Swadaya Grup),2012 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline