Foto: Vecteezy

Mengambil Pelajaran dari Iblis

Potensi sombong dan arogan semula dimiliki Iblis yang merasa hasad dan dengki atau iri hati, karena Allah swt. lebih mengutamakan Adam dibanding malaikat dan iblis sendiri.

Iblis dicipta lebih dahulu dibanding Adam, sehingga Iblis merasa ia lebih utama daripada manusia. Iblis dicipta dari api yang dapat membakar, sehingga merasa lebih utama dibanding tanah yang hanya sebatas benda diam tak bisa apa-apa.

Menilai diri secara berlebih seperti Iblis ini, telah menyebabkan Iblis itu sendiri (bahkan siapa saja) merasa besar diri dan tinggi hati. Kesombongan seperti itu dapat menjerumuskan siapa saja pada jurang kehancuran, persis atau seperti yang dialami Iblisyang telah disebutkan di atas.

Perlu disadari bahwa yang dapat menilai diri mana yang lebih berkualitas bukan diri itu sendiri, melainkan hanya Allah swt. ang berhak keseluruhan menilai siapa yang lebih berkualitas. Karena, Allah swt. adalah Pencipta manusia dan Iblis, sehingga lebih tahu mana yang lebih utama, namun anehnya Iblis mengingkari dan membantah-Nya. Yang dapat menilai seseorang berakhlak baik, ber kualitas tinggi, adalah orang lain di kiri kanannya, bukan diri sendiri. Oleh karena itu, tak sepatutnya diri menjadi tinggi hati, merasa paling utama, padahal orang lain belum tentu memandang dengan cara yang sama.

Kesombongan dan tinggi hati oleh Nabi Muhammad saw. disebut sebagai sejelek-jeleknya sifat, “Sejelek-jelek umatku adalah dia yang bangga pada ibadahnya, pamer atau riya’ terhadap amal perbuatannya, dan senantiasa berdebat dengan hujjahnya. Ingatlah bahwa pamer adalah syirik.”

Bukan itu saja, Nabi Muhammad saw. mengingatkan pula ancaman bagi kaum yang berbangga-bangga, “Sesungguhnya di neraka terdapat beberapa kotak dimana orang yang ujub akan dimasukkan di dalamnya lantas ditutup rapat.”

“Barangsiapa yang suka agar orang-orang berdiri menghormatnya maka hendaklah bertempat di neraka.” []

Sumber: Mutiara Hikmah Kisah 25 Rasul/ Penulis: Dhurorudin Mashad/ Penerbit: Erlangga/ 2002

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Manisnya Menggigit Iman

Iman yang mantap disertai keteguhan hati bisa disejajarkan dengan sebuah gunung yang tidak bisa diusik.

you're currently offline