Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Mendahulukan Cinta daripada Kebencian

0 2

Ketika Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam berhijrah dari Mekkah ke Madinah, kunci Ka’bah di Mekkah dipegang oleh Utsman bin Talhah. Kunci tersebut telah dipegang oleh keluarganya selama beberapa generasi.

Suatu hari Nabi meminta kunci itu pada Utsman, namun ia menolak memberikannya dan berkata kasar pada Nabi.

Beliau mendengarkan perkataan Utsman sampai selesai, namun yang akhimya beliau mengatakan, “Utsman, semoga kau terus hidup sampai pada hari ketika aku memegang kunci tersebut di tanganku. Aku akan mempunyai hak untuk memberikannya pada siapapun yang kukehendaki.”

Related Posts

Ketakutan Ali Bin Abi Thalib Menjelang Kewafatannya

Utsman menjawab: “Ketika kunci Ka’bah berada di tangan orang sepertimu, maka hari itu akan menjadi hari kehinaan dan kesengsaraan untuk orang-orang Quraisy.”

Setelah menaklukkan kota Mekkah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengambil alih kekuasaan dan meminta agar kunci Ka’bah diberikan pada beliau. Ketika kunci tersebut telah benar-benar berada di tangan Nabi, sepupu sekaligus menantu beliau yaitu Ali bin Abi Thalib meminta agar kunci itu diberikan kepadanya. Nabi tidak menjawab, sebaliknya beliau menunjuk Utsman bin Talhah.

Ketika Utsman berdiri di hadapannya, Nabi memberikan kunci tersebut seraya berkata, “Terimalah kunci ini, Utsman. Hari ini adalah hari kemuliaan dan pemenuhan janji.”[]

Sumber: Buku Kecil Kearifan Islam, Kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat yang Penuh Ilham dan Pencerahan/Penulis:Maulana Wahiduddin Khan/Penerbit: Alvabet,2000

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline