Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Memutuskan Perkara Lebih Kusukai

0

Masruq bin Al-Ajda’, salah seorang ulama yang menjadi panutan kaum muslimin. Termasuk ke dalam golongan Kubbarut Tabi’in (tabi’in senior) yang mengalami kehidupan pada dua zaman (jahiliyah dan islam) dan memeluk Islam pada saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam masih hidup. Masruq bin Al-Ajda’ pernah melaksanakan shalat di belakang khalifah pertama, Abu Bakar As-Shiddiq. Kedua telinganya pun mendengar gema Islam yang pertama sejak masa kecilnya.

Masruq bin Al-Ajda’ merupakan orang yang paling semangat dalam menuntut ilmu, ia merupakan sahabatnya Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash putra dari sahabat Rasulullah, sekaligus pemimpin pasukan kaum muslimin.

“Cukuplah seseorang memiliki ilmu untuk merasa takut kepada Allah, dan cukuplah kebodohan seseorang membuatnya takjub dengan amalnya.” Itulah untaian perkataannya yang senantiasa memberinya motivasi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan berserah kepada-Nya. Rasa cintanya kepada ada Allah selalu meluap-luap dalam hatinya, senantiasa menangisi dosanya, serta selalu memohon ampunan atas dosa-dosanya.

Masruq merupakan seorang hakim yang adil dan bertakwa. Dia pernah mengatakan bahwa dia lebih suka jika dia bisa memutuskan suatu perkara dengan benar daripada bergabung dengan pasukan berkuda yang berperang. memberikan fatwa dalam satu hari lebih ia sukai daripada berperang selama satu tahun.

Dalam tugasnya sebagai hakim, ia tidak mengambil upah atas pekerjaannya di pengadilan. Ketika ditanya tentang hal tersebut, dia membacakan Firman Allah:

…إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ

”Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka…” (QS. At-Taubah Ayat 111)

Dia adalah seorang tabi’in yang terpercaya. Tidak ada satu pun di antara para sahabat Abdullah bin Umar yang mendahuluinya, ketika ia shalat di belakang Abu Bakar dan bertemu dengan Umar dan Ali. Sehingga ia menjadi salah seorang sahabat Abdullah bin Umar yang mengajarkan dan memberikan fatwa. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Masruq bin Al-Ajda’. []

 

Sumber: Ummul Qura. ‘Ashrut Tabi’in. Syaikh Abdul Mun’im Al-Hasyimi, Kisah Para Tabi’in., hal 339, 340, 342, 345.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline