Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Meminta Matahari Ditahan agar Tidak Terbenam

0

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Ada seorang daripada Nabi Allah hendak pergi berperang. Nabi Allah itu berkata kepada umatnya. “Seorang lelaki yang sudah menikah dengan perempuan tetapi belum menggaulinya tidak boleh ikut dalam peperangan ini bersamaku. Begitu juga dengan orang yang sedang mendirikan bangunan rumahnya tetapi belum selesai. Begitu juga orang yang telah membeli kambing yang tengah hamil tidak boleh bersamaku sampai ia menunggu kelahirannya.”

Maka Nabi tersebut pun berangkat untuk berjihad. Ketika waktu sudah hampir gelap, rombongan tersebut telah sampai di sebuah daerah yang dituju untuk berjihad. Nabi tersebut berkata kepada matahari, “Wahai matahari, engkau tunduk kepada perintah Allah dan aku juga begitu. Ya Allah, tahanlah matahari ini sebentar agar ia tidak terbenam.”

Maka Allah pun menahan matahari tersebut sehingga daerah tersebut ditaklukkan. Setelah itu. tentara Nabi tersebut mengumpulkan kesemua harta rampasan perang di sebuah tempat. namun tiba-tiba ada api yang datang menyambar tetapi tidak membakarnya.
Maka Nabi itu berkata, “Ada dalam kalangan kita yang mengkhianati dan masih menyimpan sebagian daripada harta rampasan perang. Aku ingin dari setiap kabilah disini untuk bersumpah!”

Ketika sampai giliran sebuah kabilah. Nabi tersebut berjabat tangan dengan seorang lelaki kemudian dia berkata, “Dalam kalangan kabilah kalian ada yang melakukan khianat! Aku ingin semua orang daripada kabilah kamu untuk bersumpah!”

Lalu seorang demi seorang dari mereka bersumpah. Ketika sampai kepada dua atau tiga orang daripada anggota kabilah tersebut, Nabi itu berjabat tangan kembali, kemudian Nabi berkata, “Kalian telah melakukan khianat!”

Mereka kemudian mengeluarkan emas sebesar kepala kambing. Emas itu kemudian dikumpulkan bersama harta rampasan perang yang lain di tanah lapang.

Tiba-tiba api datang menyambar dan melenyapkan seluruh harta tersebut!

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Harta rampasan perang memang tidak pernah dihalalkan untuk umat sebelum kita. la dihalalkan untuk kita karena Allah melihat kelemahan dan ketidak mampuan kita.”

(Riwayat Al-Bukhari no. 3124; Muslim no. 1747) []

Sumber: 55 Kisah Dari Hadis/ Ad-Dien Abdul Kadir/ Karya Bestari/ 2016

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More