Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Melipatgandakan Sepotong Roti Menjadi Sepuluh Potong

0 15

Suatu ketika dua ulama pernah berkunjung kepada Rabi’ah Al-‘Adawiyah pada waktu tengah hari. Kedua ulama itu meminta makanan kepadanya. Saat itu Rabi’ah Al-‘Adawiyah tidak mempunyai makanan selain dua potong roti dan sedikit garam.

Rabi’ah Al-‘Adawiyah meletakkan kedua roti itu di hadapan tamunya. Kemudian ia beranjak untuk mengambil garam. Tiba-tiba di depan pintu muncullah seorang pengemis yang tampak sangat lapar.

Lalu Rabi’ah Al-‘Adawiyah mengambil kedua roti itu dan memberikannya kepada si pengemis. Sementara itu, kedua tamunya memandang Rabi’ah Al-‘Adawiyah dengan perasaan gelisah dan merasa disepelekan.

Pada saat itu juga Rabi’ah Al-‘Adawiyah berdoa kepada Allah dalam hati, “Ya Tuhanku, sungguh Engkau telah menyatakan, `Barangsipa membawa kebaikan, maka baginya balasan sepuluh kali lipat.” (QS. Al-An’am [6]: 160).

Belum lama doa itu ia ucapkan, muncullah seorang wanita pelayan memasuki rumahnya dengan membawa sejumlah roti dan meletakkannya di hadapan Rabi’ah.

Pelayan itu berkata, “Tuanku memberikan pelayanan kepadamu.”

Ketika Rabi’ah menghitung roti-roti itu ternyata jumlahnya 18 buah.

Rabi’ah lalu berkata, “Kembalikan kepada Tuanmu, katakan kepadanya, telah terjadi kesalahan dalam menghitung.”

Wanita pelayan itu kembali kepada Tuannya. Ketika majikannya menghitung roti-roti itu, ia berkata, “Benar jumlah roti ini kurang 2 buah.”

Kemudian ia menambahkan 2 buah roti hingga semuanya berjumlah 20 buah. Lalu ia mengutus pelayannya untuk mengantar roti-roti itu kepada Rabi’ah Al-‘Adawiyah.

Sikap fudhul (suka mencampuri urusan orang lain) mendorong kedua tamunya untuk bertanya kepadanya tentang kejadian yang dialaminya. Melihat kedua ulama itu terheran-heran, Rabi’ah Al-‘Adawiyah menerangkan, “Ketika Anda berdua datang, aku tahu bahwa Anda sedang kelaparan dan aku berkata, `Bagaimana aku bisa menyajikan dua potong roti saja kepada orang terhormat seperti Anda ini?’

“Pada saat itu datang seorang pengemis dan aku memberikan keduanya karena aku tidak tega melihatnya dan aku berdoa kepada Allah Swt, `Ya Allah, Engkau mengatakan bahwa akan memberiku sepuluh potong bagi satu potong, dan aku yakin akan janji-Mu. Sekarang aku telah memberikan dua potong roti kepada pengemis tadi demi Engkau, dan Engkau akan melipatgandakan masing-masing menjadi sepuluh potong.’ Ketika budak itu datang memberiku delapan belas, aku tahu bahwa semua itu bukanlah milikku.” []

Sumber: 165 Nafas-nafas Cinta, Kidung Cinta Rabiah Al Adawiyah/Penulis:Rudyiyanto/Penerbit: Srigunting,2010

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline