Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Melarang Kemungkaran dengan Hati, Tangan dan Lidah

0

Siapa pun yang berusaha untuk memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran dalam masyarakat Islam harus menyadari sendiri apa yang halal dan haram, dan tidak boeh bertindak yang bertentangan dengan apa yang ia nyatakan. Tujuannya harus untuk membimbing orang-orang dalam masyarakat Islam. Dia harus berbicara dengan baik dan sadar akan perbedaan dalam tingkat pemahaman masyarakat. Jika mereka menentang, ia harus menunjukkan kesabaran, dan jika didukung, ia harus bersyukur kepada Allah Swt.

Imam Ali Ra berkata, “Seseorang yang menahan diri dari melarang kemungkaran dengan hati, tangan dan lidahnya adalah seperti orang mati di antara orang-orang hidup.”

Allah Swt memerintahkan dua malaikat untuk menghancurkan sebuah kota. Sesampai di sana, para malaikat melihat salah satu penduduk sedang memohon dan berdoa kepada Allah.

Salah satu malaikat berkata kepada yang lain,”Tidakkah kau melihat orang ini berdoa?”

“Ya, aku melihat, tapi perintah Allah harus dilaksanakan,” jawab yang lain.

“Tunggu. Coba saya bertanya Allah Swt, apa yang harus di akukan.”

Ketika memohon kepada Allah Swt, malaikat pertama bertanya, “Di kota ini ada orang yang memohon kepada-Mu Apakah kami tetap harus melaksakan hukuman atas semua penduduk kota ini?”

Jawabannya datang dari Allah Swt, “Jalankan perintah, karena orang itu tidak pernah merasa terganggu dan tertekan karena-Ku. la juga tidak menunjukkan amarah atas perbuatan jahat yang dilakukan oleh orang lain.” []

Sumber: Manisnya Kopi Asin, Merajut Hati Meraih Kebahagiaan Hakiki/Penulis: Irwan Kurniawan/Penerbit: Majlis Ta’lim Ibadurrahman,2011

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline