Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Mayat Terhimpit dalam Kubur Meski 70 Ribu Malaikat Hadir di Pemakamannya

0

Pada zaman Rasuluullah saw, ada seorang sahabat bernama Sa’ad. Hari itu ia meninggal dunia. Tidak seperti biasanya, Rasulullah begitu sibuk mengurusi jenazah orang ini. Tanpa serban dan alas kaki beliau mengangkat keranda, berlari kesana kemari untuk mengantarnya menuju liang kubur.

Sesampainya di kuburan, beliau pun turun ke dalam dan menata serta membenahi liang itu. Para sahabat terheran, kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, engkau melakukan sesuatu yang tidak biasa. Tanpa surban dan alas kaki berlari ke kanan dan kiri untuk mengangkat keranda ini.”

Rasul menjawab, “Demi Allah, aku melihat Jibril dan para malaikat melakukan apa yang kulakukan.”

Sahabat itu bertanya lagi, “Kenapa sampai demikian wahai Rasulullah?”

“Orang ini selalu membaca Surat “Qul Huwallahu ahad” dalam keadaan duduk, berdiri dan berjalan. Dan tahukah engkau, ada 70 ribu malaikat yang hadir di pemakaman ini.” jawab beliau.

Dari kejauhan, datanglah ibu dari jenazah ini. Melihat Rasulullah berada di dalam liang lahat, ia menjerit “Sungguh beruntung engkau wahai putraku Sa’ad. Kau pasti akan masuk surga.”

Ketika mendengar ibu ini, Rasul menegurnya, “Sebentar wahai ibu Sa’ad, janganlah engkau menentukan sesuatu mendahului Allah swt. Putramu ini sedang dihimpit di dalam kuburnya.”

“Kenapa wahai Rasulullah?” tanya sang ibu.

“Karena perangainya buruk didalam keluarganya.”

Bayangkan, setelah mendapat kemuliaan diantar oleh Rasulullah dan 70 ribu malaikat. Ternyata orang ini masih saja mendapat kesulitan dalam kuburnya disebabkan akhlak yang buruk kepada keluarganya.

Maka dipaparkan dalam Alqur’an yang artinya, “Dan bergaullah dengan mereka (istri) dengan cara yang baik.” (An-Nisa’ 19)

Dalam Sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam pun sudah dijelaskan, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya. Dan aku adalah yang paling baik bagi keluargaku.”

Ali bin Abi thalib mengatakan, “Jangan sampai keluargamu menjadi orang yang paling menderita karenamu.” []

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline