Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Manusia yang Paling Baik Paras dan Ahlaknya (2-Habis)

Apabila berjalan bersama-sama para sahabatnya, beliau bagaikan bulan di antara bintang-bintang yang cemerlang. Apabila datang waktu malam, seolah-olah manusia berada di waktu siang, lantaran pancaran nurnya.

Rasulullah adalah orang yang paling bermurah hati dalam berbuat kebajikan, dibandingkan dengan angin yang bertiup bebas sekalipun. Beliau berbelas kasih terhadap anak yatim dan para janda.

BACA JUGA: Masa Vakum Wahyu pada Nabi, Berapa Lama?

Sebagian orang yang menyifatinya mengatakan, “Saya belum pernah melihat seorang pun yang berambut hitam dengan pakaian merah, yang seeloknya.”

Pernah ditanyakan kepada sebagian orang, “Benarkah wajah beliau itu bagaikan bulan?” Jawabannya, “Bahkan lebih bercahaya lagi daripada bulan yang tidak ditutupi awan. Beliau serba agung dan sempurna sifatnya.”

Sebagian orang berkata, “Saya belum pernah melihat orang yang sebelumnya dan sesudahnya yang serta dengannya. Takkan mempu lidah yang fasih, apabila ingin menyebutkan keutamaan-keutamaannya.”

Maha Suci Allah yang telah mengistimewakan Rasulullah SAW, sehingga mencapai tempat yang tertinggi.

Menjalankannya di malam hari sampai ketempat yang terdekat dengan Tuhannya laksana jarak dua busur panah atau lebih dekat lagi. Beliau dikuatkan dengan mukjizat yang tak terhitung banyaknya.

Disempurnakan dengan sifat-sifat kesempurnaan, dan diberikan kepadanya lima waktu sholat yang belum pernah kepada seseorang sebelumnya.

Diberikan kepadanya kepandaian merangkaikan kalimat-kalimat yang sedikit ucapannya. Namun, sangat luas pengertiannya, sehingga tak mungkin dicontoh orang lain.

Beliau dapat menasehati setiap orang yang mempunyai kedudukan. Setiap kesempurnaan yang timbul dari padanya, justru malah menambah kesempurnaannya.

BACA JUGA Seorang Lelaki Tak Dikenal Bertanya pada Nabi

Beliau tidak menolak setiap pertanyaan dan tidak mencegah diri dari memberi jawaban. Tidak pernah sekalipun lisannya bergerak, melainkan keluar daripadanya ucapan yang benar. []

HABIS

Referensi: Akhlak Mulia Rasulullah/Al-Ghazali/Al-Kautsar/2004

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline