Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Malik Bin Dinar Menceraikan Dunia Dengan Talak Tiga

0 1

Abu Yahya Malik bin Dinar, dialah sosok yang meninggalkan syahwat dunia. Penakluk jiwa ketika sedang bergejolak. Demikianlah Abu Nuaim memberikan sifat pada Malik bin Dinar dalam al-Hilyahnya.

Malik bin Dinar dilahirkan pada masa Ibnu Abbas R.a. Ia sempat bertemu dengan Anas bin Malik. Karenanya, ia diliputi berkah ilmu yang bermanfaat. Ia pun mengambil manfaat dari ulama shalih dari kalangan sahabat Nabi. Ia belajar akhlak suci dari mereka, adab dan sunah yang diridhoi Allah. Malik bin Dinar menjadi salah satu seorang pemimpin kaum muslimin yang ternama.

Ibnu Sa’ad berkata, ”Dia seorang yang tsiqah dan sedikit bicara.”

Ibnu Hibban menambahkan dalam ats-Tsiqatnya, ”Malik bin Dinar menulis Mushaf dan mendapatkan honor. Ia makan dari honor itu.”

Dialah imam zuhud. Terdepan dalam Wara’. Kezuhudannya menjadi perumpamaan. Mati kita renungi potongan kisah dari kehidupan ulama ini. Suatu ketika ia menemui Anas bin Malik R.a. Bersamanya ikut Tsabit dan Yazid ar-Raqasyi. Anas bin Malik memandang mereka dengan kagum, seraya berkata,”Betapa mirip kalian dengan para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh kalian lebih aku cintai dari sekian anakku, kecuali mereka mempunyai keutamaan seperti kalian. Sungguh aku mendoakan kalian dimalam hari.”

Betapa tinggi kedudukan mereka! Suatu ketika ia membaca firman Allah SWT:

لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّه

Artinya: “Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah.” (QS.al-Hasyr:21)

 

Pada kesempatan lain ia memasuki kawasan pekuburan. Tiba-tiba ada seseorang yang sedang dikubur. Malik datang dan berdiri disamping kuburan sambil memperhatikan orang yang dikubur.

Malik bin Dinar mulai berkata, ”Wahai Malik, besok beginilah keadaanmu. Tidak ada seseorang pun yang bisa menolongmu dikuburan.“

Malik bin Dinar terus berkata, “Besok beginilah keadaanmu.“

Hingga ia pingsan dan tersungkur dilubang kubur. Orang-orang pun segera membawanya kerumah dalam keadaan tak sadarkan diri.

Malik bin Dinar selalu mengulang-ngulang, “Wahai Tuhannya Malik! Engkau telah mengetahui penghuni surga dan penghuni neraka. Maka, dimanakah tempat malik?“

Kemudian Malik bin Dinar menangis!

 

 

Sungguh ketakutan pada Allah telah memenuhi hati orang-orang yang bertakwa. Maka ia pun mendekat pada-Nya dan jauh dari godaan makhluk.

Ada seorang laki-laki terkaya di Bashrah. Ia mempunyai seorang putri yang teramat cantik. Suatu saat sang Ayah berkata, ”Keturunan Hasyim pernah melamar padamu, dari bangsa arab! Tapi engkau menolak. Kukira engkau menginginkan Malik bin Dinar dan sahabatnya?”

”Demi Allah, itulah cita-citaku,”jawab sang putri.

Sang ayah berkata pada salah seorang saudaranya, ”Temui Malik. Kabarkan tentang kedudukan putriku dan keinginannya!”

Ketika bertemu Malik, utusan ayah gadis itu berkata, ”Seseorang menyampaikan salam untukmu. Dia berpesan, ’Sungguh engkau mengetahui bahwa aku orang paling kaya dikota ini. Aku punya seorang putri cantik yang ingin menikah denganmu. Apa pendapatmu?”

Malik menjawab, ”Sungguh aneh. Apakah engkau tidak tahu bahwa aku telah menceraikan dunia dengan talak tiga!”

Malik bin Dinar telah menceraikan dunia sehingga ia tidak peduli dengan apa-apa yang hilang dari dunianya. []

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline