Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Malaikat Maut dan Pembantu-pembantunya

0 199

Allah Swt berfirman, “Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” (Qs Al-An’am [6] : 61)

Ibnu Abbas berkata, “Yang dimaksud dengan ‘malaikat-malaikat Kami’ adalah para pembantu malaikat maut.”

Diceritakan dari Wahab bin Munabbah, ia berkata, “Sesungguhnya para malaikat yang berdekatan dengan manusia, merekalah yang mewafatkan dan menulis ajal manusia. Apabila mereka telah mencabutnya, mereka menyerahkan nyawa itu kepada malaikat maut. jadi dialah pengawas dan pengontrol kerja bawahannya.”

Diceritakan dari Abi Hurairah, ia berkata, “Ketika Allah hendak menciptakan Adam, ia mengutus malaikat pemikul agar membawakan debu dari tanah. Ketiak malaikat `Arsy turun hendak mengambil maka bumi berkata dan memohon kepada-Mu, ‘Demi Dzat yang mengutusmu, jangan kamu mengambil sedikit pun tanah dariku pada hari ini, yang kelak akan dibakar dengan api.”

Maka malaikat itu meninggalkannya. Ketika ia kembali pada Tuhannya, ia ditanya, “Siapa yang melarangmu membawa apa yang Aku perintahkan?”

Malaikat pemikul `Arasy berkata, “Bumi telah meminta kepadaku dengan menyebut nama-Mu, maka aku menghormatinya dan tidak dapat menolak permintaan vang disertai dengan menyebut nama-Mu.”

Kemudian Allah mengutus malaikat pemikul ‘Arsy yang lain, namun bumi juga berkata seperti itu sehingga seluruh malaikat pembawa ‘Arsy telah diutus dan sama. Kemudian swt mengutus malaikat maut. Dan bumi juga berkata kepadanya seperti yang dikatakan kepada malaikat sebelumnya.

Maka malaikat maut berkata, “Sesungguhnya Dzat Yang mengutusku berhak aku taati daripada kamu.”

Kemudian malaikat maut mengambil seluruh debu yang ada di permukaan bumi, yang baik maupun yang buruk, dan membawanya datang kepada Tuhannya. Lantas dehu itu dicampur dengan air surga sehingga ia menjadi tanah lumpur, lalu Allah swt menciptakan Adam darinya.” (Syahrush-Shuduur) []

Sumber: 40 Hari Menuju Kematian/ Penulis: Syaikh Muhammad Maulana Islam/ Penerbit:Nabawi,2006

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline