Picture: webdesignhot.com

Layak Membuatnya Masuk Surga

Thalhah bin Ubaidillah berperang dengan hebat pada Perang Uhud. Ia menjadi tameng bagi Rasulullah, ia melindungi beliau dengan segenap raganya. Dari depan, belakang, kanan maupun kiri, ia senantiasa menghalau serangan-serangan musuh. Rasulullah yang tatkala itu menjadi bidikan panah pasukan musyrikin, dengan segera Thalhah melindungi wajah indah beliau dengan tangannya sehingga tangannya terluka.

Saat pasukan muslim terpukul mundur, Syaibah bin Malik berteriak, “Tunjukkan padaku mana Muhammad?”. Mendengar hal itu Thalhah memukul lutut kuda yang dikendarai Syaibah sehingga Thalhah dapat meraihnya, menikam, lalu membunuhnya.

Thalhah pun menjadi sasaran kaum musyrikin yang lain, tak terkecuali kepalanya. Wajah Thalhah terkena sabetan lawan, yang membuatnya pingsan. Darah pun mengucur dari kepalanya itu. Abu Bakar yang kala itu melihat, langsung memercikkan air ke kepalanya. Dengan itu, ia pun sadar kembali.

“Apa yang terjadi pada Rasulullah?”

“Beliau baik, beliau mengutusku padamu.” jawab Abu Bakar.

“Alhamdulillah, semua musibah ringan selama beliau selamat.” ujar Thalhah.

Ibn Ishaq berkata:

Ketika Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam berada di kaki gunung bersama para sahabat, tiba0tiba sejumlah orang Quraisy menaiki gunung.

“Mereka tidak boleh di atas kita,” tegas Rasulullah.

Dengan sigap Umar bin Khattab bersama sekelompok kaum Muhajirin memerangi kaum musyrikin hingga membuat mereka turun dari gunung tersebut.

Rasulullah segera bangkit menuju sebuah batu gunung untuk dinaiki. Sementara saat itu tubuh Rasulullah sudah cukup lemah. Saat akan menaiki batu tersebut, beliau tidak mampu. Kemudian Thalhah bin Ubaidillah duduk dalam posisi sujud seperti saat salat. Hal itu agar Rasulullah meniki punggungnya sehingga dapat berdiri di atas batu tadi.

Setelah itu Rasulullah pun bersabda, “Apa yang telah dilakukan Thalhah kepada Rasulullah membuatnya layak masuk Surga.”

Kemudian beliau bersabda, “Siapa saja yang ingin melihat seorang calon penghuni Surga yang berjalan di dunia, lihatlah Thalhah bin Ubaidillah.” []

 

Sumber: Walid al-A’zhami, Nabi Muhammad di Hati Sahabat., hal 98, 99, 100.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Enam Pelajaran dari Dokter Hati

Karena saya termasuk makhluk bergerak, maka saya tidak peru menyibukkan hatiku dengan sesuatu yang telah dijamin oleh Dzat yang Maha Kuat dan Kokoh.

you're currently offline